Permintaan Rumah Tipe Mungil Meningkat

Fetry Wuryasti
13/9/2018 14:47
Permintaan Rumah Tipe Mungil Meningkat
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

BTN House Price Index (BTN HPI) per Juni 2018 menunjukkan Kepulauan Riau mengalami pertumbuhan rata-rata tertinggi sejak Januari 2014 dengan tumbuh 20,08%  pada level indeks 215,43. Setelah Riau, DKI Jakarta yang tumbuh 17,55% menempati urutan berikutnya, disusul Jawa Timur (13,96%), Banten (11,18%), dan Sumatera Selatan 9,71%.

Tim riset House Finance Center (HFC) BTN bekerja sama dengan InterCAFE IPB menggunakan tahun dasar Januari 2014, menunjukkan HPI terus menanjak. Data per Juni 2018 menunjukkan HPI Nasional tercatat mencapai level indeks 155,26 dengan pertumbuhan 7,23% (yoy).

HPI secara nasional tersebut meningkat dibanding Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22.

Berdasarkan data Bank BTN, indeks harga rumah kecil yaitu tipe 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi pada 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing HPI-nya sebesar 143,97 dan 141,20.

Direktur Utama Bank BTN Maryono menjelaskan indeks ini menggambarkan permintaan rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas. "Kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan masyarakat kelas menengah ke bawah," ujarnya saat diskusi peluncuran BTN House Price Index, di Jakarta, Kamis (13/9).

BTN HPI merupakan rincian mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang didasarkan pada harga real transaksi menggunakan data penyaluran KPR Bank BTN di seluruh wilayah Indonesia dan diperbarui tiap bulan.

Indeks pertumbuhan harga rumah BTN HPI ini berbeda dengan Survey Harga Properti Residensial Bank Indonesia yang menggunakan data harga/ listed price dari 700 pengembang. 

Ke depan, diharapkan harga yang diterbitkan oleh BTN  bisa menjadi acuan bagi pengembang dan melindungi nasabah dari mark up harga rumah. Di sisi lain, pemerintah bisa memanfaatkan indeks ini untuk meramu kebijakan di sektor properti ke depan.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Yati Kurniati mengatakan selama ini survey harga properti Bank Indonesia hanya dievaluasi oleh lembaga internasional untuk kevalidannya.

"Kami sebenarnya telah minta ke pada pengembang untuk mengisi selain listed price juga harga yang ditransaksikan. Namun pengembang banyak yang tidak mengisinya. Itu alasan kami memakai listed price," jelasnya. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Adiyanto
Berita Lainnya