Pemerintah Segera Tuntaskan 26 PSN

Andhika Prasetyo
12/9/2018 02:15
Pemerintah Segera Tuntaskan 26 PSN
(ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menargetkan sebanyak 26 proyek strategis nasional (PSN) akan selesai pada tahun ini. Ke-26 PSN itu terdiri atas pembangunan 8 bendungan, 3 jaringan irigasi, 12 tol, dan 3 perumahan.

Kemudian, itu dilanjutkan dengan 51 PSN yang diprediksikan beres pada 2019, yakni terdiri dari 12 bendungan, 3 irigasi, 29 tol, 4 jalan nasional, dan 1 sistem penyediaan air minum dan sanitasi. Sisanya akan diba­ngun selesai setelah 2019.

Menteri PU-Pera Basuki Ha­dimuljono mengatakan tidak ada alasan bagi pihaknya untuk menunda atau bahkan menghentikan PSN yang tengah dibangun. Pasalnya seluruh proyek yang berada di bawah Kementerian PU-Pera menggunakan bahan baku dalam negeri dengan jumlah yang sangat besar.

“Bahkan, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari pembangunan PU-Pera diklaim mencapai 90%,” kata Basuki di Jakarta, Senin (10/9).

Ia menyebutkan pengguna­an material impor di proyek-proyek bendungan, jalan, pe­ru­mahan dan lainnya yang berada di bawah pengawasan PU-Pera hanya sekitar 10%. Bahkan, untuk program Sa­tu Juta Rumah, material ba­han baku 100% berasal dari produksi dalam negeri. Semen misalnya, sebagai salah satu bahan utama, sudah bisa diproduksi seluruhnya di Indonesia.

Material tersebut juga bisa dikembangkan sebagai beton pracetak untuk pembangunan baik rumah tapak maupun rumah susun. Selain semen, produk baja untuk keperluan pembangunan jembatan sepenuhnya di­produksi di Tanah Air.

“Sejumlah upaya juga telah dilakukan untuk lebih meningkatkan TKDN sehingga mengurangi ketergantungan impor di bidang jasa konstruksi melalui sosialisasi kebijakan TKDN, khususnya tata cara penerapan perhitungan dan pengawasan TKDN jasa konstruksi, penetapan batas minimal TKDN, serta pengadaan barang dan jasa yang mewajibkan TKDN tinggi dalam penawaran penyedia barang dan jasa,” pungkas Basuki.

Pengendalian defisit
Sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2018 yang merupakan perubahan kedua Perpres No 3 Tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN, dari 227 proyek pembangunan, 137 masuk ra­nah Kementerian PU-Pera yang terdiri dari 51 proyek ben­dung­an, 6 proyek irigasi, 1 proyek tanggul laut, 64 proyek tol, 4 proyek jalan nasional, 7 proyek air minum dan sanitasi, serta 3 proyek perumahan.

Beberapa PSN yang sudah rampung ialah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Nanga Ba­dau, dan Wini, Daerah Iri­ga­si Umpu Sistem, ruas tol So­reang-Pasir Koja (11 km), Kertosono-Mojokerto (40,5 km), Mojokerto-Surabaya (36,3 km), Tol Pejagan-Pemalang (43 km), dan akses Tanjung Priok (16,7 km). Dua bendungan, yak­­ni Raknamo di Nusa Tengga­ra Timur dan Tanju di Nusa Tenggara Barat, juga sudah selesai dan beroperasi.

Sebelumnya, pekan lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pemerin­tah mengkaji penundaan sejumlah proyek strategis nasional sebagai bagian dari bauran kebijakan pengendalian defisit neraca transaksi berjalan untuk menjaga fundamen ekonomi Indonesia.

Menurut Darmin, penundaan PSN akan mempertimbangkan beberapa hal, yakni proyeknya masih tahap persiapan, urgensi proyek, serta untuk mengurangi impor bahan baku dan barang modal yang terkait dengan pembangunan proyek. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya