Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar rupiah yang bergerak liar dalam sepekan ini mulai menunjukan tanda-tanda menjinak. Setelah sempat melewati level psikologis di 15.000 per dolar AS pada perdagangan Rabu (5/9), nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (7/9) menguat jadi 14.836 per dolar AS. Sebuah penguatan yang disambut pro dan kontra.
Ada yang melihat itu sebagai sebuah keberhasilan, tapi ada juga yang meng-anggap itu kegagalan. Alasannya, Bank Indonesia (BI) telah mengguyur market hingga Rp11 triliun, tapi hasilnya begitu-begitu saja, belum mampu membawa rupiah ke level di bawah 14.000.
BI dikatakan bakal rugi kalau terus-te-rusan mengambil tindakan seperti itu. BI bakal merugi? Eits, nanti dulu. Langkah yang dilakukan BI dengan mengguyur pasokan valas ke pasar dan membeli surat berharga negara (SBN) malah membuat BI bisa meraih untung. Pasalnya, BI mengguyur pasar valas dengan nilai tukar yang dahulu diperolehnya dengan harga di bawah harga jual saat ini. Selain itu, langkah BI menampung SBN juga bakal menguntungkan karena membeli dengan harga diskon. Jadi, ja-ngan khawatir BI bakal merugi dengan mengintervensi rupiah.
Saya tidak ingin terlalu larut dalam pro-kontra yang ada di media sosial. Bagi saya, terlalu banyak noise ketimbang voice yang bisa membuat kram otak bila diikuti. Saya lebih ingin mengatakan betapa cantiknya cara kerja pemerintah dan BI menangani gonjang-ganjing soal rupiah.
Saya senang melihatnya sebab langkah yang diambil sangat rinci dan terukur. Upaya menekan impor dilakukan dengan cara menaikkan tarif impor terhadap barang yang bisa diproduksi di dalam negeri dan bukan dengan membatasi secara langsung seluruh barang impor.
Pemerintah juga tidak ragu mengatur ulang proyek-proyek yang berpotensi menyedot devisa besar dan bukan membatalkan proyek. Hanya waktu pelaksa-naannya digeser, dan itu pun bagi proyek yang belum mendapat financial close atau dukungan pendanaan.
Jadi, inilah buah ketekunan pemerintah dan BI yang bekerja secara cermat dan terukur. Badai memang belum berlalu. Tapi dengan melihat kerja keras yang dilakukan pemerintah dan BI, hati ini bisa lebih tenang. Karena yakin bahwa ada pemerintah yang bekerja, juga ada BI yang menjaga stabilitas rupiah. (E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved