Proyek Kelistrikan di Pulau Jawa Ditunda

(Try/Pra/E-2)
07/9/2018 03:15
Proyek Kelistrikan di Pulau Jawa Ditunda
( ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

SEJUMLAH proyek listrik di Pulau Jawa ditunda penyelesaiannya. Hal itu dilakukan untuk menyiasati depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan menguat.

“Kami jadwalkan ulang beberapa proyek listrik. Supaya tidak salah mengerti, di Jawa ini sudah cukup (pasokan listrik) sekarang ini. Jadi mungkin (ditunda) enam bulan atau satu tahun karena kami mau menenangkan dulu masalah nilai tukar ini,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seperti dikutip dari Antara, kemarin.

Meski tidak menyebutkan secara gamblang proyek mana saja yang ditunda, Luhut memastikan jumlahnya nanti dibatasi proyek-proyek kelistrikan yang belum mencapai penyelesaian pembiayaan. “Jadi yang sudah financial close akan terus (berjalan),” tuturnya.

Proyek kelistrikan yang belum financial close mencapai sekitar 15.200 Mw. Proyek-proyek tersebut awalnya ditargetkan selesai pada 2019, tapi ditunda hingga 2021-2026. Meski demikian, pemerintah memastikan target rasio elektrifikasi hingga 99% di 2019 tetap tercapai.
Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat bersama kementerian terkait mengenai penundaan pengerjaan proyek strategis nasional.

Dalam rapat disampaikan bahwa sektor energi baru dan terbarukan, seperti tenaga surya ataupun angin, tidak terkena penundaan.

“Tadi Pak (Ignasius) Jonan (Menteri ESDM) sudah bilang, EBT tidak boleh mundur. Jadi pokoknya yang tak boleh mundur itu EBT, dan yang mungkin tergeser itu PLTU (uap) dan PLTD (diesel),”  ujar Direktur Perencanaan Koorporat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Syofvi Roekman yang hadir di rapat tersebut.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terus dilanjutkan.

Ketersediaan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing nasional dan pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai wilayah di Indonesia. Secara rinci, total proyek itu terdiri atas 51 ­pembangunan bendungan, 6 konstruksi irigasi, 1 proyek tanggul laut, 64 ­infrastruktur tol, 4 jalan nasional, 7 proyek air minum dan sanitasi, dan 3 pengembangan perumahan. (Try/Pra/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya