Pemerintah Kendalikan Inflasi dengan Jaga Harga Beras

Andhika Prasetyo
06/9/2018 17:19
Pemerintah Kendalikan Inflasi dengan Jaga Harga Beras
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

PEMERINTAH terus berupaya menjaga angka inflasi tetap terkendali hingga akhir tahun. Caranya ialah dengan menjaga harga pangan tetap stabil.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan harga pangan terutama beras adalah faktor kunci dalam menjaga inflasi.

"Pada setiap penilaian inflasi yang dilakukan BPS, beras pasti memiliki andil besar. Dalam tingkat kemiskinan beras juga diperhitungkan. Beras itu makanan utama makanya jadi perhatian khusus," ujar Enggartiasto usai menghadiri rapat koordinasi pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/9).

Dalam pertemuan tersebut, ucap dia, seperti rapat yang terdahulu, seluruh pihak diembani tugas untuk mengawasi persediaan dan harga komoditas utama tersebut.

Perusahaan Umum Bulog memiliki peran krusial yakni menjadi pihak yang akan menggelontorkan beras ke konsumen melalui mekanisme operasi pasar.

"Kita minta Bulog lakukan operasi pasar. Ini bukan berarti Bulog jualan di pasar tetapi pedagang pasar jual beras dari Bulog tentunya dengan margin keuntungan yang cukup," tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini, stok beras yang tersedia di gudang-gudang Bulog sebesar 2,2 juta ton. Walaupun angkanya cukup besar, serapan dari petani lokal masih terbilang kecil.

Sejak awal tahun, ucap Enggar, perseroan hanya sanggup menyerap sekitar 820 ribu ton beras dari dalam negeri. "Sisanya impor," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan stok yang dimiliki saat ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga awal tahun mendatang.

Pelemahan rupiah pun dikatakannya tidak akan membuat harga beras tinggi. Pasalnya, walaupun sebagian besar persediaan Bulog berasal dari impor, tetapi dalam pelaksanaannya, perseroan bersama para eksportir telah menyepakati bahwa harga yang ditentukan mengikuti kurs lama.

"Rupiah kita pakai yang lama. Kontraknya kan sudah lama," tandasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya