Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI Konsumen Bank Indonesia pada bulan Agustus 2018 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen tetap terjaga.
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2018 yang tetap berada dalam zona optimis (di atas 100) yakni sebesar 121,6, meskipun lebih rendah dibandingkan 124,8 pada bulan sebelumnya.
Masih terjaganya optimisme konsumen terutama ditopang oleh ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) sebesar 133,9 dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 109,2.
Hal ini didukung oleh masih kuatnya ekspektasi terhadap penghasilan yang diterima dan ekspektasi kegiatan usaha meski tidak setinggi hasil survei bulan sebelumnya
Penurunan IKK terjadi pada seluruh kelompok tingkat pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan pengeluaran Rp4,1 - 5 juta per bulan. Sementara dari sisi usia, penurunan IKK terjadi pada hampir seluruh kelompok usia responden, terutama pada responden berusia 51-60 tahun.
“Secara spasial, sebanyak 11 kota pelaksana survei mengalami penurunan IKK pada Agustus 2018, dengan penurunan terdalam terjadi di Kota Mataram (-14,4 poin) yang ditengarai akibat dampak gempa,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, melalui keterangan resmi yang diterima, Kamis (6/9).
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga masih berada pada level optimis, meskipun tidak sekuat bulan sebelumnya terutama dipengaruhi oleh indikator ketersediaan lapangan kerja.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Agustus 2018 sebesar 109,2, lebih rendah dari 115,0 pada Juli 2018, terutama dipengaruhi oleh indikator ketersediaan lapangan kerja yang berada pada level pesimis (93,9). Secara spasial, melemahnya IKE terjadi di 14 kota dengan penurunan terdalam di Banten (-18,4 poin).
Optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada Agustus 2018 juga menurun, terindikasi dari Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang menurun dari 96,8 pada bulan sebelumnya menjadi 93,9.
Penurunan indeks terutama terjadi pada kelompok responden berpendidikan SLTA dan akademi, sementara berdasarkan usia penurunan indeks terjadi pada responden berusia usia 20-30 tahun.
Namun ekspektasi konsumen terhadap tersedianya lapangan kerja pada 6 bulan mendatang sedikit meningkat. Hal ini terindikasi dari Indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja Agustus 2018 yang meningkat sebesar 0,2 poin menjadi 121,8.
Peningkatan indeks terjadi pada kelompok responden dengan tingkat pendidikan Pasca Sarjana dan Akademi, serta berusia 31-40 tahun dan di atas 60 tahun
Pada Agustus 2018, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan kondisi 6 bulan yang lalu melemah, tercermin dari indeks penghasilan saat ini yang turun dari 127,3 pada bulan sebelumnya menjadi 120,2.
Penurunan indeks penghasilan terjadi pada seluruh kategori pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Sementara dari sisi usia, penurunan penghasilan terjadi pada hampir seluruh kategori usia, terutama pada responden berusia diatas 60 tahun.
Sejalan dengan penurunan keyakinan terhadap penghasilan, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama juga mengalami penurunan.
Hal ini tercermin dari indeks pembelian durable goods yang menurun dari 120,7 menjadi 113,6 pada Agustus 2018. Penurunan pembelian durable goods terutama terjadi pada jenis barang elektronik seperti ponsel, televisi, komputer, dan lainnya.
Penurunan terjadi pada seluruh kategori tingkat pengeluaran dan seluruh kategori usia, terdalam pada responden dengan pengeluaran Rp4,1 - 5 juta dan berusia 51-60 tahun.
“Optimisme konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi ke depan masih terjaga, tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) Agustus 2018 sebesar 133,9, meskipun lebih rendah dari 134,7 pada bulan sebelumnya, terutama didukung oleh masih kuatnya ekspektasi terhadap penghasilan yang diterima dan ekspektasi kegiatan usaha meski tidak setinggi hasil survei bulan sebelumnya,”
Hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (November 2018) diperkirakan relatif stabil.
“Ekspektasi terhadap perkembangan harga ke depan ini didukung persepsi positif konsumen terhadap ketersediaan barang dan jasa yang cukup memadai dan distribusi barang yang lancar,” tutup Agusman. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved