Dorong Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian

(pra/E-2)
06/9/2018 03:00
Dorong Industri Sawit untuk Memperkuat Perekonomian
( ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

PEMERINTAH diminta untuk terus mengembangkan industri sawit, baik di sisi hulu maupun hilir. Pasalnya, sektor tersebut merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar sehingga mampu menjadi penopang yang kuat di tengah guncangan ekonomi seperti yang tengah terjadi saat ini.

Dewan Pembina Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Bungaran Saragih, mengatakan industri sawit menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia dapat keluar dengan cepat dari krisis moneter yang menerpa pada 1998.

“Dalam waktu kurang dari lima tahun, lahan 2 juta hektare (ha) tumbuh jadi 4 juta ha. Itulah injeksi yang besar untuk devisa di Indonesia. Kemudian ada krisis pada 2008, tapi devisa kita sudah banyak karena ekspor sawit,” ujar Bungaran di Jakarta,  Rabu (5/9).

Selain sebagai penghasil devisa, sawit juga memiliki peran besar bagi pembangunan ekonomi daerah lantaran lokasi kebun-kebun sawit yang seluruhnya terletak di perdesaan.

“Ini adalah contoh reformasi agraria terbaik. Tidak hanya bagi-bagi tanah, tapi juga bagi-bagi kesempatan ekonomi,” jelasnya.

Sejauh ini, pemerintah pun cukup memperhatikan perkembangan industri sawit. Bahkan, untuk mengatasi defisit neraca perdagangan, pemerintah mengeluarkan kebijakan penggunaan 20% bahan bakar nabati (minyak kelapa satit) dengan solar yang lazim disebut B20.

Hal itu pun mendapat dukungan dari kalangan pengusaha seperti Apical Group melalui PT Cemerlang Energi Perkasa (PT CEP) dan PT Kutai Refinery Nusantara (PT KRN). Kedua perusahaan tersebut memperoleh alokasi 174.341 kiloliter (kl) untuk PSO (public Service obligation) periode pasok Mei-Desember 2018. Adapun untuk non-PSO periode September-Desember 2018 sebesar 89.097 kl.

“Kami mendukung penggunaan energi terbarukan yang berbahan baku kelapa sawit untuk terciptanya ketahanan energi nasional,” ujar Head of Commercial Biodiesel Apical Jummy Sinaga. (pra/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya