Pelemahan Rupiah Harus Jadi Momen Pemersatu Bangsa

Andhika Prasetyo
05/9/2018 18:20
Pelemahan Rupiah Harus Jadi Momen Pemersatu Bangsa
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

WALAUPUN tidak terlalu hebat, fondasi perekonomian Indonesia saat ini sudah baik. Di kala faktor eksternal meruntuhkan berbagai mata uang negara-negara berkembang lain, rupiah masih mampu bertahan.

Demikian disampaikan anggota Komisi XI DPR RI Johnny G Plate saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/9).

"Kita bisa lihat negara-negara berkembang lainnya banyak yang berantakan juga. Di saat ada tekanan eksternal yang kuat, mereka tidak bisa menahan. Tetapi kita masih bisa mengendalikan rupiah. Ini perlu diberikan apresiasi dan kita jaga bersama. Kita harus perkuat bersama sehingga depresiasi bisa kita tahan," ujar Johnny.

Ia menilai upaya pemerintah yang kini tengah dilakukan sudah tepat, seperti pengendalian impor dan menahan beberapa proyek infrastruktur untuk menjaga permintaan terhadap dolar Amerika Serikat bisa dikendalikan dan juga perlakuan melalui peningkatan suku bunga yang tepat waktu.

Dari sisi ekspor, ia mengatakan pemerintah harus menawarkan insentif yang lebih menarik agar para pelaku usaha mau membawa devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri lebih besar lagi.

"Kalau ini berhasil, neraca perdagangan kita akan lebih kuat. Maka itu pemerintah harus dapat mengambil hati para pelaku usaha. Komunikasi secara langsung. Lakukan roadshow," ucapnya.

Ia meminta pemerintah dan masyarakat tidak saling menyalahkan. Seluruh pihak harus bersama membangun sisi psikologis pasar yang kuat untuk menahan gempuran dari sisi eksternal.

"Jangan ada kesan kita lemah, jangan ada kesan kita saling menyalahkan, jangan juga ada kesan dipolitisasi. Kalo itu terus dilakukan, maka kita menyumbang depresiasi rupiah dari sisi psikologis," tuturnya.

Ia pun meminta pihak-pihak yang tidak berkompeten atau tidak memiliki kewenangan untuk tidak berkomentar dan memperkeruh situasi.

"Serahkan hal ini kepada yang betul-betul kompeten, untuk itu kami minta BI, sesuai kewenangannya, menjaga stabilisasi rupiah, tampil ke publik untuk menjelaskan dengan bahasa masyarakat. Itu harus dilakukan untuk menciptakan keyakinan, untuk menghadapi semua isu-isu politik atau pendapat-pendapat yang seolah-olah paham terhadap moneter ini, padahal kosong. Orang-orang seperti itu yang bahaya karena memberikan implikasi yang buruk membuat kita jadi pesimistis," jelasnya.

"Ini waktunya untuk bersatu, berikan sinyal positif untuk kepentingan nasional, jangan sampai masalah pelemahan rupiah, utang, diangkat dalam panggung politik dan saling menyalahkan. Kalau kita bertanggung jawab, ciptakan dengan memberikan sinyal positif." (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya