Pengusaha Komit Jaga Daya Beli Warga

(Pra/BY/E-2)
05/9/2018 04:30
 Pengusaha Komit Jaga Daya Beli Warga
(Antara)

MESKI nilai tukar rupiah terdepresiasi akibat gejolak ekonomi global, hal itu belum memengaruhi industri di Tanah Air, seperti industri pembiayaan ataupun otomotif.

Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah yang kini meyentuh 14.924 per dolar AS belum memberikan pengaruh pada industri pembiayaan dalam negeri.

Namun, ia mengatakan dampak pastinya akan tetap ada jika nilai tukar rupiah terus melemah ke angka yang tidak bisa ditoleransi.

“Yang menjadi tantangan ialah jika kurs terus bergerak. Kalau bergerak terus, akan berisiko pada naiknya harga kendaraan,” ujar Harjanto di Jakarta, Selasa (4/9).

Sebagaimana diketahui, sebagian komponen kendaraan bermotor yang diproduksi di Tanah Air masih didatangkan dari luar negeri. Walaupun jumlahnya tidak begitu besar, dampaknya pasti akan tetap dirasakan.

“Ketika harga kendaraan naik, daya beli pasti akan terganggu. Masyarakat akan pikir-pikir untuk belanja.”

Namun, untuk saat ini, ia memastikan seluruh perusahaan pembiayaan termasuk MTF masih terus berkomitmen membantu pemerintah menjaga daya beli masyarakat agar tidak merosot.

Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile selaku produsen mobil merek DFSK, Franz Wang, mengatakan pihaknya masih bisa mengendalikan dampak dari depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini.

Terlebih, produsen kendaraan roda empat asal Tiongkok itu sudah memiliki sistem keuangan yang baik meski tergolong pendatang baru. “Kita punya sistem financing berskala internasional, ada di 70 negara,” ujarnya di Bandung, Selasa (4/9).

Franz memastikan tak akan menaikkan harga jual meski nilai tukar terus merosot. Dia pun yakin industri otomotif nasional saat ini masih dalam kondisi stabil. (Pra/BY/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya