Industri Tekstil Ditarget Masuk 5 Besar Dunia

Gana Buana
05/9/2018 04:00
Industri Tekstil Ditarget Masuk 5 Besar Dunia
( ANTARA FOTO/Maulana Surya)

SEBAGAI salah saku sektor prioritas manufaktur dalam peta jalan industri keempat, industri tekstil dan produk ­tekstil (TPT) ditargetkan masuk jajaran lima besar dunia pada 2030 mendatang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yakin industri TPT dalam negeri mampu bersaing di kancah global sebab struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir, serta produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

“Untuk industri shoes and sport apparels produk dalam negeri sudah melampaui Tiongkok. Bahkan di Brasil, kita sudah menguasai pasar di sana hingga 80%,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (4/9).

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah terus memacu kinerja industri TPT. Apalagi sektor tersebut tergolong padat karya dan berorientasi ekspor sehingga memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian kita.

“Pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah strategis agar industri TPT nasional bisa memasuki era digital,” kata dia.

Langkah tersebut, jelas Airlangga, antara lain selama tiga hingga lima tahun ke depan, Kementerian Perindustrian fokus mendongkrak kemampuan di sektor hulu untuk meningkatkan produksi serat sintetis.

Upaya yang dilakukan ialah dengan menjalin kerja sama atau menarik investasi perusahaan penghasil serat berkualitas. “Ini juga bertujuan mengurangi impor,” tutur Airlangga.

Selain itu, pemerintah akan lebih mendorong pemanfaat-an teknologi digital seperti 3D printing, automation, dan internet of things.

Transformasi tersebut diyakini dapat mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas.  “Jadi, kami akan membangun klaster industri tekstil terintegrasi dengan terkoneksi teknologi industri 4.0,” imbuhnya.

Lebih lanjut, seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan pergeseran permintaan dari pakaian dasar (basic clothing) menjadi pakaian fungsional seperti baju olahraga, industri TPT nasional pun perlu membangun kemampuan produksi dan meningkatkan skala ekonomi agar dapat memenuhi permintaan di pasar domestik ataupun ekspor.

AS dan Eropa
Sebelumnya, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka, Kementerian Perindustrian Muhdori mengaku optimistis industri TPT nasional dapat tumbuh hingga 4%-6% pada 2018.

Tahun lalu, sektor itu mampu tumbuh sebesar 3,45%, melonjak tajam jika dibandingkan dengan di 2016 yang mencapai 1,76%. “Sebesar 30% pakaian jadi dari hasil industri tekstil kita ialah untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, sedangkan 70% untuk ekspor,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kemenperin, nilai ekspor industri TPT nasional mencapai US$12,58 miliar pada 2017 atau naik 6% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, sektor itu menyumbang ke produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp150,43 triliun di 2017.
Saat ini, pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor TPT lokal. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya