IHSG Terus Melorot di Tengah Kekhawatiran Pelemahan Rupiah

Antara
04/9/2018 17:40
IHSG Terus Melorot di Tengah Kekhawatiran Pelemahan Rupiah
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, ditutup melanjutkan pelemahan di tengah kekhawatiran investor terhadap fluktuasi rupiah.

IHSG ditutup melemah 62,27 poin atau 1,04 persen menjadi 5.905,30. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 9,84 poin atau 1,05 persen menjadi 931,65.

Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa sentimen negatif eksternal yang memicu depresiasi nilai tukar rupiah berimbas negatif ke pasar saham.

"Pergerakan mata uang yang cenderung melemah membuat investor di pasar modal khawatir dapat berdampak pada fundamental ekonomi," ujarnya.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa salah satu strategi pemerintah dalam menjaga fluktuasi rupiah ke depannya dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), diharapkan dapat menahan tekanan mata uang domestik ke depannya.

"Kemungkinan kebijakan kenaikan BBM akan mendapat apresiasi dari investor sehingga terbuka potensi pembalikan arah IHSG ke area positif," katanya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan kenaikan bahan bakar minyak juga dapat menurunkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang akhirnya dapat mendorong nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (4/9) sebanyak 284.336 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,69 miliar lembar saham senilai Rp5,56 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 300 saham menurun, dan 90 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 10,48 poin (0,05 persen) ke 22.696,90, indeks Hang Seng menguat 260,80 poin (0,94 persen) ke 27.973,34, dan indeks Strait Times menguat 3,31 poin (0,10 persen) ke posisi 3.210,51. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya