Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUBSEKTOR mineral dan batu bara (minerba) masih menjadi penyumbang penerimaan Negara yang cukup besar. Tercatat hingga Juni 2018, mengalir Rp 20,1 triliun dari royalti penjualan hasil tambang dan iuran tetap.
"Sebagai gambaran, dengan asumsi angka produksi batu bara yang ditetapkan pemerintah sekitar 485 juta ton di tahun 2018, jumlah cadangan sebesar 37 miliar akan bertahan hingga sekitar 76 tahun ke depan," ungkap kepala Bidang Batu Bara Pusat Sumberdaya Mineral Batu Bara dan Panas Bumi (PSDMBP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rita Susilawati dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (4/9)
Menurut dia, data tersebut lahir dari rekonsiliasi data minerba yang semula 125 miliar ton sumber daya dan 25 miliar ton cadangan di tahun 2017 menjadi sekitar 166 miliar ton sumber daya dan 37 miliar ton cadangan.
Rita menjelaskan, kegiatan eksplorasi secara rinci dan mendalam dapat merubah status sumber daya menjadi cadangan, sehingga umur pemanfaatan batu bara Indonesia juga bisa terus meningkat.
Disamping itu, lanjutnya, keberhasilan menjaring lebih banyak data sumber daya dan cadangan IUP/PKP2B minerba juga akan meningkatkan angka cadangan minerba nasional secara signifikan dan memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap jumlah kekayaan sumberdaya minerba yang dimiliki Indonesia.
Rita optimis, untuk batu bara ini, jika kerja sama yang baik terjalin antara pemerintah pusat dan daerah, neraca minerba nasional sudah bisa mencakup keterlibatan 100% data dari seluruh pemegang ijin usaha pertambangan batu bara di Indonesia.
Saat ini, kegiatan rekonsiliasi data berhasil mengumpulkan data dari 1.108 perusahaan atau sekitar 54% total jumlah IUP/PKP2B batubara di Indonesia.
"Angka ini sangat signifikan mengingat kompleksitas data IUP di daerah. Keberhasilan terbesar dicatatkan oleh Dinas ESDM Provinsi Bengkulu yang telah berhasil mengumpulkan data dari seluruh pemegang IUP batubara yang ada di provinsi tersebut, sementara Provinsi Kaltim masih menjadi tantangan terbesar dalam pengumpulan data dari IUP dimana baru sekitar 50% data yang terkumpul," tutupnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved