Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA pemeringkat internasional, Fitch Ratings, mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB atau layak investasi dengan prospek (outlook) stabil.
Ada sejumlah faktor penilaian Fitch terhadap Indonesia, antara lain beban utang pemerintah yang rendah dan juga prospek pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di tengah tantangan perekonomian global.
'Peringkat Indonesia ini menyeimbangkan kondisi beban utang pemerintah yang rendah dan prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang menguntungkan dalam menghadapi tantangan eksternal', tulis laporan Fitch seperti dirilis di Jakarta, kemarin.
Penilaian Fitch itu berkebalikan dengan pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan dalam pidato Pembukaan Sidang Tahunan MPR 2018 di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (16/8) lalu.
Ketika itu Zulkifli mengungkapkan sejumlah hal terkait dengan perekonomian, yakni riskannya pengelolaan utang, lebarnya defisit transaksi berjalan, kesenjangan sosial, kedaulatan rakyat, dan harga bahan pokok.
Dalam rilis kemarin, Fitch menegaskan rasio utang pemerintah Indonesia akan mencapai 30,4% dari PDB di akhir 2018. Angka itu masih lebih baik ketimbang negara-negara dengan kapasitas ekonomi serupa (peers) yang sebesar 37,7%.
Langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan dan melakukan intervensi secara agresif di pasar valas untuk mengurangi tekanan eksternal juga dinilai memperlihatkan komitmen untuk menjaga stabilitas.
'Intervensi agresif menurun kan cadangan devisa sebesar US$13,7 miliar sejak Januari 2018 menjadi US$118,3 miliar di akhir Juli. Kebijakan nilai tukar dan moneter BI telah membantu menstabilkan arus modal asing yang masuk. Sekitar 37,7% surat utang pemerintah berdenominasi rupiah dipegang oleh asing di Juli 2018', tulis Fitch.
Lembaga itu juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% pada 2019 dan 5,3% pada 2020 dari 5,1% pada 2018. Hal itu didorong belanja infrastruktur publik yang terus berlanjut.
"Kuatnya komitmen menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global mencerminkan kebijakan otoritas yang kredibel," ungkap Fitch yang sebelumnya telah menaikkan peringkat Indonesia ke level BBB/prospek stabil (investment grade/layak investasi) pada 20 Desember 2017.
Kebijakan kredibel
Dalam menanggapi keputusan Fitch, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan lembaga rating yakin atas perekonomian Indonesia. Komitmen yang kuat dalam menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut mencerminkan kebijakan otoritas yang semakin kredibel.
"Ke depan, koordinasi antarotoritas dalam rangka implementasi bauran kebijakan termasuk upaya perbaikan defisit transaksi berjalan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan momentum pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
Ekonom Bank BCA David Sumual menilai hal itu merupakan berita baik di tengah turbulensi eksternal, terutama karena perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok.
Peringkat Fitch itu, lanjut David, merupakan apresiasi karena mereka optimistis dengan rating Indonesia. Dengan kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, level Indonesia bisa kembali naik ketika kondisi global membaik.
"Saya optimistis kita kuat menghadapi turbulensi. Defisit belanja dikurangi. Biasanya di atas 2,5%, sekarang di bawah 2%. Pada 2019 hanya 1,8%. Memperbaiki defisit transaksi berjalan dalam jangka panjang membuat posisi fiskal semakin sehat," tandas David. (Ant/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved