Agustus Deflasi 0,05%, Permintaan Kebutuhan Pokok Menurun

Fetry Wuryasti
03/9/2018 20:40
Agustus Deflasi 0,05%, Permintaan Kebutuhan Pokok Menurun
(ANTARA FOTO/Audy Alwi)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,05% di bulan Agustus 2018. Beberapa faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi adalah terkendalinya harga-harga bahan pangan dan turunnya tarif transportasi angkutan udara. 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional  atau Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan deflasi ini terjadi dilihat dari inflasi intinya yang sebesar 2,89% (YoY) dibandingkan Agustus 2017 yang sebesar 2,98% (YoY).

"Tentu pertama harus dilihat core inflation. Kami melihat deflasi bisa terjadi mungkin karena demand kebutuhan pokok tidak setinggi sebelumnya ketika masih ada suasana bulan Ramadan, Lebaran, dan Hari Raya Haji. Dengan demikian mungkin itu yang berpengaruh terhadap inflasi bulan Agustus kemarin," tukas Bambang di kantornya, Jakarta, Senin (3/9).

Dia optimistis proyeksi inflasi di akhir tahun pada 3,5% plus minus 1% masih bisa dicapai. Dia mengomentari mengenai BPS yang memberi catatan soal volatile food.

"Volatile food itu biasa, yaitu masalah berapa besar kebutuhan dan berapa besar suppainya. Suplai itu tidak cuma bicara soal produksi tetapi bicara juga soal distribusi. Jadi selalu upaya untuk mengurangi inflasi harus fokus kepada produksi dan distribusi dari bahan pangan pokok yang bergejolak," tandasnya.

Dengan angka deflasi ini, dia belum bisa melihat apakah daya beli telah menunjukan peningkatan atau tidak. 

"Tadi saya bilang harus dilihat dulu core inflationnya. Kalau corenya masih positif berarti daya beli masih ada. Cuma mungkin tadi karena demand bahan pokok berkurang karena kemarin dampak Ramadan, Lebaran  dan Hari Raya haji (Idul Adha)," tukas Bambang. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya