PT Pertamina (persero) masih akan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) berjenis pertamax hingga lebaran nanti di harga Rp9.300 per liter. Padahal, SPBU pesaingnya, Shell, telah menaikan harga produk BBM Shell Super menjadi Rp9.750 per liter per 12 Juni lalu. Total juga telah menaikan harga produk Performance 92 menjadi Rp9.800 per liter.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan pihaknya melihat kondisi perekonomian masyarakat dimana harga bahan pokok kemungkinan besar akan naik di masa puasa dan Lebaran. Momen penaikan harga oleh SPBU pesaingnya dikatakan Bambang justru menjadi kesempatan Pertamina untuk memperoleh konsumen tambahan.
''Ini kesempatan saya dapat banyak konsumen pertamax yang dari shell, total. Kan strategi marketingnya begitu,'' kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6).
Meski harga rata-rata Mean of Platts Singapore (MOPS) mengalami penaikan, tetapi beberapa hari ini Bambang melihat harganya cenderung menurun. Itu sebabnya Bambang tidak terlalu mengkhawatirkan adanya kerugian dari menahan penaikan harga pertamax.
''Tidak apa-apa kalau untung pertamax sedikit. Kalau tinggi, nanti pindah ke premium. Kita menghindari migrasi,'' ujarnya.
Bambang berharap harga rata-rata MOPS tidak akan naik signifikat selama masa puasa dan Lebaran nanti. Namun, kalau ada peningkatan terus-menerus, kemungkinan besar harha pertamax akan dinaikan.
''Kita berdoa saat puasa. Semoga orang puasa banyak berdoa supaya (MOPS) sedikit turun jadi kan ga naik,'' imbuhnya. (Q-1)