Putaran Perundingan RCEP Hasilkan Kemajuan

Tesa Oktiana Surbakti
15/6/2015 00:00
 Putaran Perundingan RCEP Hasilkan Kemajuan
(WIKIPEDIA)
SEJUMLAH kemajuan dicapai dalam putaran ke-8 perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), meskipun isu utama terkait dengan modalitas masih belum sepenuhnya disepakati.

Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi yang memimpin delegasi Indonesia menegaskan bahwa Indonesia memastikan hal-hal yang disepakati dalam perundingan sejalan dengan kepentingan Indonesia. “Indonesia secara aktif mengawal perundingan RCEP untuk memastikan pembukaan pasar ekspor, sekaligus menjaga kepentingan domestik Indonesia,” ujar Bachrul yang menghadiri perundingan RCEP di Kyoto, Jepang, dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Senin (15/6).

Kesepakatan RCEP ini diharapkan menjadi daya tarik bagi dunia usaha untuk berpartisipasi aktif dalam implementasi program pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam program Nawa Cita pemerintah. Keikutsertaan Indonesia secara aktif dalam perundingan RCEP akan memberi citra yang positif tentang lingkungan usaha di Indonesia dalam menarik investor masuk ke Indonesia dan turut mendukung upaya Indonesia menjadi basis produksi untuk ekspor.

Lebih jauh, Bachrul menambahkan bahwa investor asing cenderung memilih berinvestasi di negara yang memiliki iklim bisnis yang lebih terbuka dan aktif membangun pembukaan pasar ekspor (FTAs) seperti Thailand dan Vietnam.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan jumlah penduduk yang sebesar 250 juta sebagai modal yang menggiurkan untuk menarik investor karena sasaran pasar yang ingin diraih investor besar jauh lebih besar lagi," jelasnya.

Oleh sebab itu, Indonesia harus mampu membuka akses pasar ekspor yang lebih besar. "RCEP dapat menjadi solusi dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional di dalam negeri,” imbuhnya.

Menurut Bachrul, keikutsertaan Indonesia dalam perundingan kerja sama ekonomi dengan negara mitra, baik dalam konteks bilateral, regional, maupun multilateral merupakan langkah penting. Terutama untuk memastikan akses pasar dalam upaya menarik investasi dan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi guna meningkatkan ekspor ke negara-negara anggota RCEP terutama Jepang, China, India, Korea Selatan dan negara lainnya.

Adapun tiga isu utama Perundingan RCEP menitikberatkan pembahasan pada upaya menyepakati modalitas integrasi ekonomi RCEP untuk tiga isu utama yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi. Namun, ada kendala yang dihadapi dalam menyatukan pandangan terhadap modalitas integrasi.

"Upaya penyatuan pandangan terhadap modalitas integrasi sangat sulit dicapai karena perbedaan kepentingan dan tingkat pertumbuhan ekonomi masing-masing negara peserta RCEP yang mencapai 16 negara,” ungkapnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya