Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dan Australia akhirnya menyepakati perundingan dagang atau yang disebut dengan Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
Penandatanganan deklarasi dilakukan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham dengan disaksikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Bogor, Jawa Barat, Jumat (31/8).
Dengan rampungnya perjanjian dagang tersebut, hubungan kedua negara, terutama dalam hal ekonomi, diharapkan akan lebih erat dan terangkat ke tingkat yang lebih tinggi.
Enggartiasto mengungkapkan penyelesaian IA-CEPA merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Australia setelah kurang lebih enam tahun dibahas. Perundingan IA-CEPA pertama kali dilaksanakan pada 2 November 2010 oleh Presiden RI dan PM Australia yang menjabat kala itu. Namun, perundingan sempat terhenti pada 2013 karena dinamika politik kedua negara. Kemudian, pada 16 Maret 2016, IA-CEPA direaktivasi. Perundingan putaran terakhir IA-CEPA ke-12 dilaksanakan di Jakarta, pada Juli 2018.
IA-CEPA, sebut Mendag, bukanlah free trade agreement (FTA) biasa, melainkan sebuah kemitraan komprehensif kedua negara di bidang perdagangan barang, jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi.
"Biasanya FTA hanya menegosiasikan akses pasar, tetapi tidak dengan IA-CEPA. Ini mencakup juga kerja sama bagaimana kedua negara dapat tumbuh bersama memanfaatkan kekuatan masing-masing dan menciptakan kekuatan ekonomi baru di kawasan," ujar Enggartiasto melalui keterangan resmi, Sabtu (1/9).
IA-CEPA, lanjutnya, juga merupakan momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa arah kebijakan ekonomi dan perdagangan Indonesia ialah terbuka. Melalui kerja sama itu, kata dia, Indonesia ingin menjadi bagian dari rantai nilai global sehingga dapat bersaing dengan negara lain di kawasan yang telah memiliki FTA yang lebih banyak. "Di tengah-tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu dan kebijakan proteksi di beberapa negara, perjanjian dagang seperti IA-CEPA diharapkan dapat mendorong daya saing sehingga dapat berkompetisi secara global," tutur Enggartiasto.
PR pemerintah
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani menyambut baik rampungnya proses perundingan perjanjian ini. Dia menilai hal tersebut akan berdampak positif bagi dunia usaha dalam meningkatkan daya saing nasional dan mengintegrasikan diri lebih jauh ke rantai pasokan global. Dengan selesainya perundingan ini, Indonesia secara perlahan dapat memiliki same level of playing field dengan negara-negara pesaing dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan.
"Yang menjadi PR (pekerjaan rumah) besar bagi pemerintah setelah ini ialah memastikan bahwa IA-CEPA dapat segera diratifikasi untuk dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia. Setelah itu, kami berharap perundingan IEU-CEPA juga dapat segera selesai dan memiliki kualitas sama atau bahkan lebih baik," terang Rosan.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo menambahkan IA-CEPA akan memberikan beberapa keuntungan bagi Indonesia.
Dalam hal perdagangan barang, ekspor Indonesia akan meningkat ke Australia karena Australia telah memberikan komitmen untuk mengeliminasi bea masuk impor untuk seluruh pos tarifnya menjadi 0%. (Dro/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved