RI Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik

Cahya Mulyana
01/9/2018 02:20
 RI Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik
(Thinkstock)

MENTERI Koordina­tor Bidang Kema­ritiman Luhut B Pandjaitan bersa­ma dengan Menteri Perhubung­an Budi Karya Sumadi melakukan peletakan baru ­pertama pembangunan kawasan industri terpadu yang bakal menghasilkan baterai litium, yang biasa digunakan untuk mobil listrik.

Kawasan tersebut dibangun PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang me­rupakan kerja sama antara Era­met Group dari Prancis dan Tsingshan dari Tiongkok, bersama dengan mitra perusa­haan lokal yakni PT Antam (persero) Tbk.

IWIP yang berlokasi di Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, akan menjadi kawasan industri terpadu yang meng-olah sumber daya mineral dari mulut tambang menjadi baterai litium dan besi baja.

“Ini proyek besar, nilai inves­tasinya yakni sebesar US$10 mi­liar (setara Rp146 triliun). Proyek ini akan mulai dari ni­kel sampai kepada baterai litium. Artinya beberapa lapis sehingga nilai tambahnya untuk kita akan menjadi lebih banyak,” ungkap Luhut dalam keterangan resminya, Jumat (31/8).

Luhut berharap dengan adanya kawasan industri itu bisa memicu tumbuhnya industri-in­dustri lain sehingga membe­rikan nilai tambah ekonomi nasional. Pasalnya, penyerapan stainless steel di dalam negeri saat ini baru mencapai 20 ribu ton dari produksi jutaan ton.

“Ini berarti baru 1% dari produksi. Karena itulah, saya mendorong juga dirjen di Kementerian Perindustrian supaya membuat industri yang dapat mengerjakan peralatan makan seperti sendok, membuat casing handphone, dan sebagainya,” kata Luhut.

Serap tenaga lokal
Luhut menambahkan, dengan adanya kawasan IWIP di Maluku Utara juga diharapkan dapat menyerap 400 tenaga ker­ja lokal sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.

“Kita harus menggunakan sebanyak mungkin pekerja da­ri lokal. Namun, kita sadar sekarang ini kualitas sumber daya kita belum mencukupi. Ten­tunya butuh waktu 2-3 ta­hun ke depan. Perlu sabar, ada proses. Kendati demikian, da­ri sekarang sudah ada 400 pekerja yang akan di-training (diberi pelatihan) dan pelatih­an-pelatihan seperti itu akan terus dilakukan,” ujar Luhut.

Di sisi lain, Luhut menyaran­kan pemerintah daerah untuk menyiapkan industri penunjang lainnya seperti telur, ayam, ikan, sayur, dan daging untuk memenuhi konsumsi para karyawan di kawasan itu.

“Kami juga berharap nantinya ini dapat menjadi KEK (kawasan ekonomi khusus) yang tidak terbatas pada industri hulu dan hilir saja, tetapi juga mencakup industri penunjang lainnya,” ungkap Luhut.

Pada kesempatan sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menambahkan guna mendukung sarana perhubung­an di kawasan industri itu, pi­­haknya akan memperpanjang landasan Bandar Udara We­da menjadi 2.400 meter.
“Dengan begitu pesawat lebih besar bisa masuk dan ujungnya ini bisa menambah perbaikan dari sisi ekonomi rakyat Maluku Utara,” tutup Budi. (E-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya