Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan komitmen BI sangat kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi, khususnya terkait dengan kondisi nilai tukar rupiah.
“Kami tingkatkan intensitas untuk mengintervensi, khususnya meningkatkan volume intervensi di pasar valas,” kata Perry di Jakarta, Jumat (31/8).
Di samping intervensi di pasar valas, BI juga telah membeli surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder serta membuka lelang foreign exchange swap dengan target lebih dari US$400 juta dana masuk.
“Itu yang terus kami lakukan sebagai langkah stabilisasi di BI. Kami juga berkoordinasi secara erat dengan Kemenkeu dan OJK untuk memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar tetap terjaga,” ujar Perry.
Perry meyakinkan bahwa kondisi dan ketahanan ekonomi Indonesia kuat, baik dari sisi pertumbuhan maupun inflasi Agustus yang diproyeksikan sebesar 0%.
Gejolak perekonomian yang sedang terjadi di Turki dan Argentina juga tidak akan luput dari perhatian BI. Perry menjelaskan bahwa yang membedakan Indonesia dan negara lain ialah kebijakan moneter dan fiskal dipastikan menjalankan prinsip kehati-hatian (prudent). “Yang membedakan lagi ialah komitmen pemerintah yang kuat di bawah Presiden Joko Widodo untuk segera menurunkan defisit neraca berjalan (CAD),” kata Perry.
Upaya penurunan CAD ditempuh melalui perluasan penggunaan B20 (biodiesel), mendorong pariwisata, dan penundaan sejumlah proyek yang belum financial closing.
“Itulah sejumlah hal yang membedakan Indonesia dari negara lain, apalagi jika dibandingkan dengan Turki dan Argentina. Sinergi antarpihak untuk memastikan kebijakan prudent dan sejumlah langkah menurunkan CAD telah dan akan diperkuat,” tegas Perry.
Investasi daerah
Sebagai salah satu upaya mendorong pariwisata, BI terus mendorong optimalisasi investasi daerah di Indonesia. Hal itu untuk mempercepat penerimaan devisa. Kegiatan itu antara lain dilakukan melalui Indonesia Investment Day bertema Tourism, connectivity, and related investment yang diselenggarakan di Singapura, Jumat (31/8).
Kegiatan itu merupakan kerja sama antara KBRI Singapura dan Bank Indonesia, Indonesia Investment Promotion Center (IIPC), juga atase perdagangan dan atase keuangan yang tergabung dalam GIRU (Global Investor Relation Unit) Singapura.
Dalam pemaparannya, Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Ardityaswara, menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan mempertemukan investor global potensial dan potensi investasi daerah di Indonesia (business matching).
Dalam hal ini BI, baik di tingkat pusat maupun daerah, bersinergi dengan pemerintah daerah, korporasi, dan UMKM mempromosikan 30 project profile investment opportunities di delapan daerah investasi potensial, yaitu Provinsi Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, dan Nusa Tengara Timur.
“Project yang dipromosikan ialah proyek investasi yang bersifat clean dan clear, yaitu memiliki feasibility study serta tidak memiliki kendala dalam izin usaha dan lahan,” ujar Mirza, Jumat (31/8). (Ant/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved