Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta kembali melanjutkan pelaksanaan lelang gula kristal rafinasi (GKR). Hal itu untuk mencegah merembesnya gula yang hanya diperuntukkan keperluan industri berbahan baku impor itu ke pasar konsumsi.
Pengamat pertanian Khudori mengatakan ada dua opsi yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah merembesnya gula kristal rafinasi, yakni dengan melanjutkan pelaksanaan lelang atau menyatukan pasar gula dalam negeri yang kini mengalami dualisme.
Dari kedua pilihan itu, menurut Khudori, untuk jangka pendek yang paling realistis untuk dilaksanakan ialah melanjutkan skema lelang GKR.
“Lelang bisa menjadi opsi jangka pendek saat ini. Jika melalui skema tersebut pemerintah bisa memastikan berapa kebutuhan, siapa penjual dan pembeli, dan ke mana barang didistribusikan, tentunya itu efektif,” ujar Khudori kepada Media Indonesia, Jumat (31/8).
Sedianya lelang GKR sempat dilakukan dalam waktu kurang dari setahun dan masih tahap uji atau belum digunakan secara resmi. Kebijakan itu mendapat tentangan dari para pelaku industri besar hingga akhirnya lelang GKR dihentikan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merekomendasikan pembatalan.
“Saya tidak paham ada apa di balik perlawanan itu. Tapi mungkin mereka yang selama ini dapat keuntungan dari rembesan ini, nanti tidak ada peluang lagi kalau lelang diberlakukan,” ucapnya.
Seharusnya, lanjut Khudori, Kemendag tidak mundur begitu saja karena salah satu poin dari rekomendasi KPK menyarankan pemerintah untuk memperbaiki monitoring dan evaluasi stok dan perdagangan GKR dengan memanfaatkan data dan informasi dari produsen.
Pendapat senada juga dikatakan Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Sekretaris Jenderal APTRI Nur Khabsyin mengungkapkan, ketika lelang GKR dijalankan selama beberapa bulan, pihaknya tidak banyak menemukan rembesan gula khusus industri itu di pasar secara bebas. “Karena ketika dijual secara lelang, pergerakan GKR itu diawasi ketat sekali. Siapa yang menjual, siapa yang membeli, didistibusikan ke mana, itu semua kelihatan. Jadi, potensi adanya rembesan juga jelas berkurang,” ujar Nur Khabsyin. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved