Kondisi Global Masih akan Bayangi Pertumbuhan Indonesia

Andhika Prasetyo
30/8/2018 19:59
Kondisi Global Masih akan Bayangi Pertumbuhan Indonesia
(ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

PERKEMBANGAN ekonomi global yang tidak kunjung stabil masih akan terus membayangi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan. Demikian diungkapkan oleh Chief Economist Bank Mandiri Anton Gunawan dalam acara Macroeconomic Outlook dan Market Update Semester II-2018, di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (30/8).

Perlambatan ekonomi di Tiongkok akan menjadi salah satu faktor utama yang akan menghantui pertumbuhan di Tanah Air. Kendati sudah tumbuh lebih baik dari proyeksi, kondisi di Negeri Tirai Bambu diprediksi masih akan tetap melambat ke depannya.

"Ke depan, kondisi di Tiongkok diproyeksikan masih melemah. Sementara setiap terjadi 1% pelemahan di Tiongkok, pertumbuhan di Indonesia juga akan tergerus 0,09%. Kalau seharusnya kita tumbuh 6%, tetapi ternyata di Tiongkok melemah 1% saja, kita jadi 5,91%," jelas Anton.

Sementara, pertumbuhan di Amerika Serikat (AS), meskipun pulih lebih cepat dari ekpektasi, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, para analis tetap memproyeksikan kondisi ekonomi di Negeri Paman Sam akan kembali melambat. Setiap 1% perlambatan ekonomi di AS juga berpengaruh pada 0,07% poin pertumbuhan di Indonesia.

"Kondisi yang belum seutuhnya stabil di dua negara itu diperparah dengan relasi yang juga kian buruk karena perang dagang," tuturnya.

Perselisihan dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok tentunya tidak hanya berdampak negatif pada mereka saja, melainkan juga negara-negara lain terutama yang berstatus sebagai negara berkembang.

"Turki, Venezuela, Argentina dan Brasil, semua bergantian mengalami krisis. Tapi itu lumrah saja bagi negara berkembang karena semua masih dipengaruhi faktor global," ucapnya.

Dengan berbagai faktor tersebut, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun depan hanya akan berada pada angka 5,1%.

Harga minyak dunia dan harga komoditas yang bergerak datar juga menjadi faktor lainnya yang akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi tahun ini sedikit tertahan.

"Itu akan berdampak pada ekspor CPO kita. Walaupun volumenya besar, nilai ekspor pasti tidak tumbuh signifikan, itu membuat peluang untuk tumbuh lebih cepat jadi tertahan," jelasnya.

Menurutnya, pada tahun terakhir masa pemerintahan, pemerintah akan lebih berupaya menjaga stabilitas ekonomi dibandingkan mendorong pertumbuhan.

"Upaya mendorong sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Ke depan, pemerintah akan lebih fokus pada menjaga kestabilan," tandasnya. (OL-7)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya