Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus menggenjot sektor pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak. Langkah ini diyakini dapat mendongkrak devisa dan mampu mengatasi devisit keuangan.
Ekonom Universitas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan sektor pariwisata memang potensial menjadi sumber devisa. Menurutnya, selama ini pariwisata di Indonesia belum dikemas dengan baik.
“Jadi kesannya kita punya pariwisata tapi belum siap dari konteks kemasan. Tidak menyesuakan selera turis,” ungkap Lana pada Media Indonesia ketika dihubungi, Kamis (30/8).
Lana menyebut, wisata candi di Indonesia sama halnya dengan wisata kuil di luar negeri. Namun, peminat wisata candi bagi wisatawan dalam dan luar negeri berbeda dengan wisata kuil di luar negeri. Di Jepang misalnya, kata Lana, wisatawan begitu antusias mengunjungi kuil daripada candi di Indonesia. Padahal, candi-candi yang tersebar di Indonedia tidak kalah menarik.
Selain itu, ia juga menyoroti fasilitas yang terdapat di kawasan wisata Indonesia. Seperti toilet bersih yang dinilai kurang banyak tersedia di tempat-tempat wisata Indonesia. Di Tanah Lot, Bali, hal tersebut sudah diterapkan. Ketersediaan toilet bersih dan kering cukup banyak tersedia.
“Tapi ini belum tentu diterapkan di dalam objek wisata lainnya seperti misalnya Tanjung Benoa, Danau Toba dan lainnya,” jelas dia.
Selain itu, faktor kemacetan yang banyak dijumpai wisatawan saat berwisata di Indonesia menjadi momok di sektor pariwisata. Padahal, tujuan wisatawan plesiran adalah untuk melepas penat. “Kalau dalam perjalanan mereka kena macet pasti yang ada penat,” kata dia.
Selain itu, kata Lana, diduga banyak celah pariwisata Indonesia yang dipotong oleh biro perjalanan di luar negeri. Mereka menganggap perjalanan ke Indonesia selain jauh juga tidak menarik.
“Misalnya, wisatawan hendak melihat pantai mereka bisa menawarkan Thailand, melihat tari-tarian Thailand pun bisa ditawarkan. Atau mau lihat kota yang cantik, di Singapura jawabannya,” jelas dia.
Pemerintah, kata dia, berkewajiban untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia tak hanya di negeri sendiri tetapi juga ke luar negeri. “Luar dalam sektor pariwisata harus dibenahi barulah devisa kita bisa terdongkrak,” tandas dia. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved