PT Antilope Madju Puri Indah menyatakan akan membidik perusahaan-perusahaan keuangan untuk berkantor di Puri Indah Financial Tower (PIFT).
Direktur Marketing PT Antilope Madju Puri Indah menuturkan di wilayah Jakarta Barat belum tersedia landmark untuk perusahaan finansial. Oleh sebab itu, kehadiran Puri Indah Financial Tower (PIFT) dapat menjadi positioning dan eksklusifitas bagi institusi finansial.
"PIFT dibangun dengan desain elegan dan memiliki luas bangunan sekitar 42.000 m2 yang terdiri dari 25 lantai dan 4 basement," ujar Herman melalui siaran pers diterima di Jakarta, Rabu (10/6).
Selain itu, keunggulan PIFT adalah dekat dengan akses Bandara International Soekarno Hatta dan dikelilingi tiga jalan tol seperti, tol dalam kota, tol Jakarta-Merak, dan tol JORR.
Pada kesempatan serupa, Wakil Direktur Utama Antilop Jeffri S. Tanudjaja menambahkan, sekitar 60% ruangan yang terdapat di PIFT akan dijual, sedangkan 40% disewa. "Melalui acara topping off ini, kami yakin akan bisa berhasil menjual sisanya pada akhir tahun ini. Karena, dengan topping off masyarakat menjadi yakin dan tidak ragu-ragu karena gedung akan segera selesai,†ungkap Jeffri.
Ia mengaku walau rencana handover bagi para tenant dilakukan pada Juni 2016, namun perusahaan berjanji mempercepat serah terima ruangan karena sudah ada beberapa tenant besar, seperti Bank CIMB Niaga. Bank asal Malaysia ini direncanakan bergabung mulai Januari 2016.
Menyoal harga gedung, Jeffri mengaku harga jual PIFT cukup kompetitif. Harga awalnya Rp17 juta per meter. "Tapi sekaranng sudah mencapai Rp36 juta per meter. Jadi bisa dibayangkan investasinya cukup menjanjikan," lanjutnya.
Sedangkan nilai investasi gedung, Antilope Madju Puri Indah mengucurkan dana sekitar Rp500 miliar. "Kami hanya fokus ke konstruksi, karena investasi tanah sudah kami miliki sejak lama," pungkasnya. (Q-1)