Go-jek Bantu Berdayakan 442 Ribu UMKM Indonesia

Syarief Oebaidillah
29/8/2018 22:20
Go-jek Bantu Berdayakan 442 Ribu UMKM Indonesia
(ist)

KEBERADAAN Go-jek dinilai positif dan strategis menumbuhkan ekonomi di Tanah Air, di antaranya telah membantu lebih dari 442 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam menjawab tantangan pasar melalui ekosistem Go-jek.

"Dengan teknologi yang ditawarkan Go-jek, pelaku UMKM berhasil memperluas akses ke pasar dan menjangkau lebih dari 96 juta konsumen yang telah mengunduh aplikasi Go-jek. Tahun ini, Go-jek berkomitmen akan terus meningkatkan pemberdayaan UMKM di Indonesia melalui teknologi yang kami miliki," kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Go-jek pada diskusi yang digelar Kata Data Forum, di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (29/8).

Kemudahan dan keterbukaan platform Go-food, UMKM dengan omzet di bawah Rp1 juta hingga lebih dari Rp15 juta dapat bersaing dengan perusahaan besar dengan modal yang relatif kecil.

Nila menjelaskan, UMKM tersebut dapat beroperasi secara efisien karena mereka dapat memanfaatkan ekosistem Go-jek guna mengurangi biaya operasional. Selain itu, mereka pun dapat memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan biaya investasi besar-besaran seperti membuat website. Saat ini, di ekosistem Go-jek terdapat 442.000 UMKM yang didukung oleh Go-food, Go-send, dan Go-pay.

"Menjadi mitra Go-jek, UMKM dapat dengan mudah dijangkau melalui aplikasi Go-jek di seluruh Indonesia. Mereka tidak perlu mengeluarkan biaya investasi besar untuk perluasan pasar. Melalui Go-send, UMKM pun dapat melayani pengiriman hingga ke depan pintu rumah konsumen tanpa harus mengeluarkan biaya besar membeli kendaraan pengantar," ungkapnya.

Melalui platform Go-food, UMKM tidak lagi memerlukan kemampuan khusus atau dana lebih untuk memasarkan produk mereka karena dibantu dengan algoritma teknologi targeted promotion kepada konsumen yang tepat, yang telah dikembangkan oleh Go-jek.

UMKM dalam ekosistem Go-jek terdukung dengan layanan yang dapat mendukung bisnis mereka, seperti Go-food yang memudahkan pelaku UMKM mengakses pasar, Go-send layanan logistik mengantar barang dan paket, Go-pay yang memudahkan konsumen dan penjual menerima pembayaran elektronik yang lebih efisien.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM, Meliadi Sembiring, yang hadir dalam acara itu, menegaskan, keberadaan UMKM amat penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Dia mengutarakan, sekitar 98% perusahaan yang ada di Indonesia masuk kategori UMKM.

"Mereka terbukti memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. UMKM juga tercatat berkontribusi sebesar 60,34% kepada perekonomian nasional di 2016," kata Meliadi.

Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Turro Wongkaren, menilai keberadaan platform seperti Go-jek mampu menjawab tantangan yang dihadapi UMKM.

Ia mencontohkan layanan Go-food mendukung para UMKM untuk go-online, meningkatkan volume transaksi mitra UMKM, membuka akses langsung ke pasar atau konsumen, serta meningkatkan aset usaha. Ia memperkirakan terdapat tambahan Rp1,7 triliun per tahun yang masuk ke ekonomi nasional dari penghasilan mitra UMKM Go-food.

Sementara itu, pengamat UMKM, Erwin Panigoro, berpendapat ada sejumlah tantangan UMKM di Indonesia yang berupa kesulitan mendapatkan modal awal, mendapatkan akses ke pasar, melakukan promosi dan marketing dan memperbesar (scale-up) bisnis mereka. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya