Wapres Dorong Pemanfaatan EBT

(Dro/Cah/E-2)
29/8/2018 22:45
 Wapres Dorong Pemanfaatan EBT
(ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera menghasilkan energi listrik terbarukan sebesar 23.000 Mw pada 2025.

Saat ini, persediaan energi listrik terbarukan yang sudah dihasilkan mencapai 9.000 Mw sehingga dalam kurun waktu tujuh tahun mendatang dibutuhkan 14.000 Mw lagi.

“Tahun 2025 itu kira-kira pembangkit listrik kita sudah mencapai 100.000 Mw, berarti 23% itu adalah 23.000 Mw harus dicapai. Sekarang baru 9.000 Mw, jadi dalam waktu tujuh tahun kita butuh 14.000 Mw energi terbarukan,” kata Wapres Jusuf Kalla saat membuka The 7th IndoEBTKE ConEx di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/8).

Dengan kebutuhan 14.000 Mw energi terbarukan hingga 2025 tersebut, artinya pemerintah Indonesia harus mampu menghasilkan pasokan listrik dari energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 2.000 Mw setiap tahunnya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan ­Energi Nasional, pada 2025 Indonesia dapat mengoptimalkan penggunaan energi baru terbarukan dengan menerapkan diversifikasi ­energi.

“Jika tidak dicapai 2.000 Mw per tahun, kita melanggar aturan PP energi ini. Bukan hanya melanggar peraturan, tapi di Jawa ini akan kotor karena dengan menambah terus fosil, batu bara walaupun supercritical atau superextra critical, tetap saja batu bara mempunyai suatu sistem itu,” jelas Wapres.

Pemerintah melalui PP tersebut ingin menerapkan diversifikasi energi dengan melakukan pembaruan energi melalui penggunaan batu bara sebesar 45% dan energi terbarukan sebanyak 23% dari produksi energi di Tanah Air.

Bauran energi pada sektor pembangkit saat ini masih didominasi batu bara ­sebesar 58,64%, disusul kemudian gas 22,48%, dan energi baru terbarukan (EBT) 12,71%.

Pada kurun 2017-2018, untuk pertama kalinya Indonesia menembus angka konsumsi listrik di atas 1.000 kwh per kapita. Kenaikan itu menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya perekonomian nasional. (Dro/Cah/E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya