Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGANAN korban bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan rumah dan fasi-litas umum yang rusak akibat sejumlah gempa yang melanda wilayah tersebut akan dimulai 1 September mendatang dan ditargetkan rampung dalam 6 bulan mendatang.
Sejalan dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) bergerak cepat mempersiapkan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong dengan pendampingan dari tenaga fasi-litator. Rumah harus dibangun dengan kualitas yang lebih baik, mampu menahan guncangan gempa karena potensi gempa di masa mendatang tetap ada.
“Tugas Kementerian PU-Pera ialah melakukan pendampingan sehingga secara teknis bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya. Maka dari itu, kami akan kirimkan 400 insinyur muda,” ujar Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono di Jakarta, Rabu (29/8).
Para insinyur muda yang merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2017 itu akan dikirim untuk medampingi masyarakat dalam membangun rumah tahan gempa. Mereka akan dilatih 1-2 hari mengenai rumah tahan gempa, yakni Risha (rumah instan sederhana sehat), yang merupakan hasil inovasi Balitbang Kementerian PU-Pera. Setelah itu mereka di-sebar ke berbagai lokasi di NTB, khususnya Pulau Lombok. “Mereka akan bertugas minimal satu bulan,” jelas Basuki.
Dalam melakukan pendampingan, nantinya akan dibentuk tim fasilitator yang terdiri atas 9-10 orang yang bertanggung jawab untuk pendampingan rehabilitasi dan rekonstruksi 100-150 rumah. Namun, banyaknya jumlah dan luasnya sebaran rumah yang rusak membutuhkan tenaga fasilitator yang banyak pula. Diperkirakan, dibutuhkan 2.000 tenaga fasilitator untuk mendampingi perbaikan sekitar 74 ribu rumah yang rusak.
Oleh karena itu, Kementerian PU-Pera mengajak keterlibatan mahasiswa teknik PTN/PTS untuk menjadi bagian dari tim fasilitator sebagai bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa dalam rangka mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. (Pra/E-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved