Penunjukan Nicke Sebagai Dirut Pertamina Dinilai Tepat

Cahya Mulyana
29/8/2018 16:12
Penunjukan Nicke Sebagai Dirut Pertamina Dinilai Tepat
(Dok. MI)

PENGAMAT Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi mengatakan keputusan presiden Joko Widodo menunjuk Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina sudah tepat. Di benak Nicke tersemat beban kerja mulai optimalisasi lifting sampai menyelesaikan integrasi holding Migas untuk menjadi world class oil and gas company.

"Akhirnya Presiden Joko Widodo menetapkan Nicke Wijayanti sebagai Dirut Pertamina definif. Keputusan Presiden itu mengakhiri spekulasi adanya tarik-menarik kelompok kepentingan dalam Pertamina," terang Fahmy dalam keterangan resmi, Rabu (29/8)

Menurut dia, lenetapan itu sangat penting lantaran, disamping Plt Dirut sudah menjabat lebih 3 bulan, juga banyak corporate action strategis yang harus segera diputuskan oleh dirut Pertamina definitif.

"Apakah Nicke Wijayanti sosok yang tepat sebagai dirut Pertamina? Kalau mengacu pada 3 kriteria profesional, integritas, dan independent, Nicke memenuhi ketiga kriteria tersebut sehingga tidak kelirukalau Nicke akhirnya ditunjuk sebagai Dirut Pertamina," jelasnya.

Setelah menjadi Pertamina 1, lanjut dia, Nicke harus melakukan beberapa agenda mendesak yang meliputi tidak menaikkan harga premium dan solar, serta menjaga agar tidak terjadi kelangkaan BBM di seluruh wilayah Indonesia. "Memperbaiki sistim distribusi gas 3 kg subsidi agar tepat sasaran. Juga mengimplementasikan kebijakan BBM Satu Harga dan mempercepat pembangunan Kilang Minyak untuk mengurangi impor BBM," tuturnya.

Di hulu, lanjut Fahmy, Nicke harus melakukan optimalisasi lifting di Blok terminasi. Selanjutnya, Pertamina juga harus masuk di blok baru sehingga ke depan lifting dapat ditingkatksn di atas satu juta barel per hari.

"Nicke juga harus segera menyelesaikan integrasi holding Migas untuk menjadi world class oil and gas company. Selain itu, holding Migas harus mampu menurunkan harga gas di dalam negeri hingga menjadi $ 6 per mmbtu," ungkapnya.

Tanpa melakukan agenda-agenda tersebut, Fahmy khawatir Nikcke akan mengalami nasib serupa dengan dirut sebelumnya yang dicopot sebelum berakhir periode kepemumpinan di Pertamina. "Semoga Ibu Nicke mampu mengemban amanah sebagai dirut Pertamina sesuai konstitusi, yang mampu mempergunakan Migas untuk sebesarnya kemakmuran rakyat," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya