Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN akan rumah bagi masyarakat di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kebutuhan rumah per tahun bisa mencapai angka 800.000 unit.
Hal itu menjadi salah satu peluang bagi para pemangku kepentingan bidang perumahan untuk lebih bersemangat dalam membangun rumah. Salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat ialah dengan melaksanakan Program Satu Juta Rumah.
Program itu merupakan salah satu proyek strategis nasional. Terlepas dari tantangan-tantangan yang harus dihadapi para pelaku bisnis properti di Indonesia beberapa tahun terakhir, bisnis properti tahun ini mulai menggeliat kembali di Indonesia
“Sebagai tonggak dimulainya pelaksanaan program satu juta rumah Amindotek Group selaku pengembang swasta nasional mendukung program satu juta rumah karena memandang sektor properti masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk berbisnis di Indonesia," ujar Chief Executive Officer (CEO) Amindotek Group, RM Aryo Maulana, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/8).
Berdasarkan rilis pemerintah hingga 2018, telah berhasil dibangun 500 ribu unit rumah. Hal ini yang mendorong Amindotek Group untuk berinvestai sebesar Rp120 milliar di atas lahan 7,8 hektare dari 30 hektare land bank yang dimiliki Amindotek Group.
”Dengan nilai investasi Rp120 milliar Amindotek Group akan membangun 800 unit rumah dengan harga di bawah Rp130 juta di atas lahan 7,8 hektare dari 30 hektare land bank yang dimiliki Amindotek Group. Pada tahun kedua Amindotek Group akan meningkatkan investasi, karena sektor rumah murah turut menjadi solusi tepat bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi walaupun rumah bersubsidi, kita tetap berkomitmen menghadirkan dan mengelola properti dengan standar dan desain berkualitas tinggi sehingga ini menjadi produk unggulan," tegasnya.
Dikatakan Aryo, melihat begitu banyak kemudahan yang diberikan oleh pemerintah untuk program sejuta rumah atau perumahan rakyat tapi banyak pengembang yang tidak melirik karena dinilai tidak mendatangkan keuntungan tinggi.
”Banyak pengembang yang tidak melirik program perumahan rakyat seperti RST atau RSS karena tidak mendatangkan keuntungan yang tinggi. Namun Amindotek Group optimistis dukungan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dengan memudahkan perizinan pembangunan perumahan tersebut dapat mendukung program satu juta rumah," tukas Aryo.
Dan membangun rumah subsidi jelas Aryo bukan hanya sekedar membangun tapi juga harus memiliki konsep berkelanjutan dengan menggunakan teknologi sehingga menjadi Smart City yang memiliki konsep berkelanjutan.
“Kami memiliki konsep Smart City Kanggo Wong Cilik Mandiri, yakni membangun rumah subsidi bukan hanya membangun, tapi yang memiliki konsep berkelanjutan, menggunakan teknologi sehingga ini menjadi smart city yang pertama di Kota Serang, Banten, dengan konsep berkelanjutan yaitu membangun, mengembangkan, dan mengelola," terangnya.
Aryo tetap optimistis bahwa Amindotek Group yang memiliki visi untuk menjadi grup perusahaan berskala nasional yang berkualitas dan dapat diandalkan di Indonesia karena didukung oleh tenaga ahli yang handal yang mempunyai kompetensi dan pengalaman kerja sebagai praktisi pada disiplin ilmu terkait, untuk melayani sektor-sektor yang menjadi lingkup layanannya
"Kami tetap optimistis program sejuta rumah ini akan sukses karena Amindotek Group didukung oleh beberapa anak perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya di antaranya PT Banten Akar Propertindo, PT Akar Kaniis Indonesia, CV Aryo Cipta Perkasa, dan Yayasan Generasi Indonesia Emas. Perusahaan yang memiliki tenaga ahli andal yang memiliki komitmen membantu masyarakat dalam kepemilikan ruamah bersubsidi," pungkas Aryo. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved