Samindo Bidik Laba Bersih US$22 Juta

(E-1)
28/8/2018 23:00
 Samindo Bidik Laba Bersih US$22 Juta
(Ist)

EMITEN penyedia jasa pertambangan batu bara PT Samindo Resources Tbk (MYOH) memproyeksikan laba bersih tahun ini dapat mencapai US$22 juta atau sekitar Rp319 miliar dengan nilai kurs rupiah 14.500 per dolar AS.

Presiden Direktur Samindo Kim Jung- gyun  menyebutkan bahwa pada  semester I 2018, Samindo berhasil meraih laba bersih US$13,23 juta atau hampir 60% dari proyeksi.  

“Kami optimistis bahwa target laba (US$22 juta) tercapai,” kata Kim di Jakarta, Selasa (28/8).

Sama seperti dengan tahun-tahun sebelumnya, Samindo akan mengembalikan sebagian besar dari laba itu kepada pemegang saham berupa dividen. Tahun lalu rasio dividen yang dibagikan mencapai 80% dari laba bersih atau sekitar US$17 juta.
Tahun depan, dengan memperkirakan proyeksi laba US$22 juta, jumlah dividen yang akan dibagikan diperkirakan mencapai US$18 juta.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dari pemegang saham sehingga kami membayarnya dengan pembagian dividen yang cukup besar bila dibandingkan dengan return investasi konvensional saat ini,” tandasnya.

Peningkatan laba bersih Samindo pada periode Januari-Juni 2018 ditopang kenaikan pendapatan sebesar 30% dari US$86,32 juta menjadi US$111,82 juta (yoy). Tahun ini perseroan membidik pendapatan US$225 juta. Agar bisa mengamankan target laba, Samindo melakukan berbagai langkah efisiensi. Salah satunya mengurangi idle time.

Fokus untuk mengurangi idle time selama kegiatan dilakukan untuk  menghemat jumlah bahan bakar yang dikonsumsi. Perseroan juga secara berkala melakukan pemeliharaan jalan tambang dan pengukuran kemiringan jalan untuk mempermudah laju kendaraan. Hasilnya, perseroan berhasil menghemat bahan bakar yang digunakan hingga 200 ribu liter.

Sejak beberapa tahun ke belakang, Samindo juga telah mengurangi jumlah pinjaman bank. Pada tiga tahun lalu utang Samindo mencapai US$48 juta. Saat ini jumlah utang bank perseroan hanya sebesar US$10 juta, sedangkan jumlah kas perseroan hampir dua kali dari jumlah utang bank. (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya