Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) sejak awal sudah memperhitungkan kenaikan Fed Fund Rate ( FFR ) sebanyak 4 kali (dengan probabilita meningkat ke 60%) dalam formulasi kebijakan moneter BI. Sehingga, bukan hal yang mengejutkan bagi BI apabila terjadi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) di bulan September. Demikian yang disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo saat dihubungi, Minggu (26/8).
Lebih lanjut kata Dody, pasar juga sudah memperkirakan (price in) kenaikan di bulan September, sehingga diharapkan reaksi pasar akan netral. Perkembangan yang positif di Turki diharapkan dapat membantu mengurangi potensi adanya gejolak yang berlebihan.
"BI terus memonitor lebih dekat perkembangan di global dan melakukan kebijakan stabilisasi nilai tukar sebagaimana dilakukan selama ini," terang Dody.
Dalam jangka pendek, langkah stabilitas rupiah dilakukan melalui kombinasi intervensi di pasar valas dan pasar obligasi, kenaikan suku bunga secara terukur dan depresiasi secara gradual sesuai nilai fundamentalnya.
"Khusus terkait kenaikan suku bunga, kenaikan tersebut ditentukan oleh sejumlah data dan indikator makro (data dependence), tidak hanya oleh kenaikan FFR. Kebijakan kenaikan suku bunga tersebut akan dilakukan secara terukur," paparnya.
Langkah stabilisasi tersebut, didukung pula penguatan operasi moneter BI seperti membuat instrumen swap valas lebih menarik serta menjamin pasokan likuiditas rupiah di perbankan mencukupi kebutuhan.
"Di jangka menegah panjang, langkah-langkah koordinatif BI-Pemerintah dalam mengatasi defisit CA akan membantu menciptakan kestabilan fundamental rupiah," jelas Dody. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved