Inflasi Dijaga di Kisaran 3,5%

Cahya Mulyana
24/8/2018 22:50
Inflasi Dijaga di Kisaran 3,5%
()

PEMERINTAH dan Bank Indonesia (BI) sepakat untuk  menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5% plus minus 1% untuk 2018-2019.

Kemudian seluruh pihak juga berkomitmen untuk  terus membawa inflasi turun menjadi 3,0% plus minus  1% pada jangka menengah 2020-2021.

Untuk itu, pemerintah dan BI sepakat untuk memperhatikan tiga area inflasi, yakni inflasi inti, inflasi yang bersumber dari volatile food, dan inflasi yang bersumber dari perubahan nilai tukar atau imported inflation.

“Kita lihat apa yang perlu diwaspadai dan disesuaikan dalam kebijakan agar ketiganya tidak menjadi faktor yang memicu inflasi hingga akhir tahun ini  dan juga di 2019 sebesar 3,5%,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).

Pertemuan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP).

Kegiatan itu dihadiri juga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur BI Perry Warjiyo, serta para pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sekretariat Kabinet, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) .

Sri Mulyani menjelaskan bahwa untuk menjaga inflasi dari volatile food, pemerintah menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Pada kesempatan sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan untuk meredam volatile food dilakukan dengan cara menjaga cadang-an beras dan komoditas pangan lainnya.

“Untuk jangka menengah-panjang difokuskan menjaga keterjangkauan harga, keter-sediaan pasokan, kelancaran distribusi, maupun koordinasi komunikasi yang efektif sesuai dengan arahan Presiden,” jelasnya.

Gangguan cuaca
Rapat koordinasi juga mencermati adanya faktor risiko meningkatnya tekanan inflasi yang disebabkan gangguan cuaca.

Sebagaimana diketahui, kekeringan yang melanda sejumlah daerah berpotensi mengurangi hasil panen.

Selain itu, rapat koordinasi menyepakati untuk terus melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat guna mengelola ekspektasi.

Ke depan, BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dan menyinergikan kebijakan untuk dapat mencapai inflasi yang rendah dan stabil guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan, terutama beras, pemerintah telah membuka izin impor beras sebanyak 2 juta ton kepada Bulog.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa pemerintah amat berkepentingan menjaga inflasi karena terkait dengan daya tarik inflasi dan juga membuat suku bunga tetap rendah.

Dengan inflasi yang relatif rendah di kisaran 3% hingga 4%, suku bunga dalam negeri tidak perlu dikerek terlalu tinggi untuk meredam volatilitas rupiah. (E-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya