Ekspor Material Bangunan Dipacu Tumbuh 60%

Tesa Oktiana Surbakti
03/6/2015 00:00
Ekspor Material Bangunan Dipacu Tumbuh 60%
(FOTO ANTARA/Anis Efizudin)
KEMAJUAN sebuah negara tidak lepas dari percepatan pembangunan proyek infrastruktur berikut properti. Bila dicermati, tentu terjadi permintaan terhadap bahan bangunan (building material) yang tergolong besar untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek tersebut. Dari pencatatan terakhir, potensi pasar impor global untuk material bangunan mencapai US$400 miliar.

Indonesia yang memiliki sumber kekayaan alam yang luar biasa seharusnya bisa memanfaatkan peluang ekspor material bangunan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengungkapkan pada tahun 2014, nilai ekspor material bangunan yang dicapai Indonesia baru mencapai US$2,45 miliar. Besaran tersebut dianggap Nus sangat kecil apabila berkaca pada potensi ekspor material bangunan di skala global.

"Negara tujuan ekspor building material itu banyak, seperti Singapura, Thailand, Amerika Serikat. Tapi sayangnya nilai ekspor ke tiap negara masih kecil, rata-rata di bawah US$100 juta," tutur Nus di sela-sela tinjauannya dalam gelaran Indonesia Building Technology (Indobuildtech) Expo 2015 di Jakarta, Rabu (3/6).

Pun dari periode 2010 hingga 2014, pertumbuhan ekspor material bangunan terhitung stagnan yakni rata-rata berkisar 11,3% per tahun. Oleh karenanya, tegas Nus, seiring dengan target ekspor nasional 300% di 2019 mendatang, pemerintah dikatakannya mendorong ekspor building material di tahun ini meningkat hingga 60%. Pihaknya optimistis target itu dapat terealisasi mengingat sejumlah negara tujuan ekspor diketahui tengah mengebut proyek-proyek infrastruktur.

"Contohnya di Arab Saudi serta beberapa negara di Timur Tengah seperti Qatar bisa jadi sasaran potensial bagi Indonesia. Karena di sana lagi banyak proyek pembangunan besar-besaran," imbuh Nus sembari memperhatikan produk-produk material buatan dalam negeri.

Adapun produk material bangunan yang dinilai berpotensi untuk diekspor ialah pipa, keramik, crushing stone, struktur besi dan beberapa produk unggulan Indonesia seperti baja, semen dan baja ringan. Disinggung ihwal dukungan pemerintah untuk mendorong ekspor produk material lokal, Nus menuturkan dari Kementerian Perdagangan sendiri berperan dalam membuka pasar melalui pameran, trade mission dan buying mission.

"Soal insentif mungkin bisa langsung ke Kemenperin ya. Cuman dari Kemendag itu peranannya lebih ke membuka pasar, kita gerakkan atase perdagangan yang bertugas di luar untuk membantu promosikan produk material lokal," paparnya.

Mengingat pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK tengah mengebut sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, dia beranggapan hal itu menjadi peluang besar bagi kemajuan industri material lokal. "Kita sedang banyak mengerjakan pekerjaan konstruksi besar-besaran, di sini pemerintah sekaligus mendorong produk material lokal agar lebih ready. Agar produk-produk mereka berkompeten untuk dipakai memenuhi kebutuhan konstruksi, jangan sampai produk impor yang mendominasi," tukas dia.

Ditemui di lokasi yang sama, Presiden Direktur PT Debindo-ITE Effi Setiabudi mengutarakan pameran yang diikuti lebih dari 550 peserta asal lokal maupun mancanegara ini ditargetkan menggaet 40 ribu pengunjung. Kendati tidak mau menyebutkan secara gamblang berapa besaran transkasi yang ingin diraih, namun Effi menekankan pameran yang bersifat B-to-B (bussiness to bussiness) setidaknya bisa memperluas kemitraan bisnis sekaligus menumbuhkan investasi baru.

"Makanya semua pengunjung kita anggap potensial. Karena mereka bukan sekedar end user, di sini sifatnya B to B, di mana peserta yang merupakan pengusaha akan bermitra dengan pengunjung yang rata-rata distributor. Dari kemitraan itu akan berlanjut ke transaksi atau kesepakatan bisnis," ucap Effi.

Lebih lanjut dia memaparkan industri material dari luar yang ikut berpartisipasi berasal dari 19 negara. Meliputi Prancis, Tiongkok, Jerman, Thailand dan Turki. Yang mana proporsi keikutsertaan produsen lokal dan asing terhitung seimbang, yakni 50:50. Pihaknya mengklaim dari tahun ke tahun perkembangan Indobuildtech kian pesat. Indobuildtech Expo 2015 dikatakannya menghadirkan produk-produk material terbaru serta perangkat elektrik khusus untuk furniture dan komponen yang tergolong mutakhir.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya