MENTERI Pertanian Amran Sulaiman meyakinkan bahwa produksi beras nasional mencukupi untuk kebutuhan hingga tujuh bulan mendatang.
''Pada periode Oktober-Maret stok beras mencapai 1,6 juta ton. Periode tahun ini terjadi peningkatan produksi sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,'' ujarnya di Jakarta, Rabu (3/6).
Optimisme tersebut berdasarkan laporan dari Upaya Khusus (Upsus) dan Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa terdapat peningkatan produktivitas. “Produksi padi untuk periode Januari-April 2015 ini mencapai 32 juta ton, setara dengan 20 juta ton beras. Dengan konsumsi 2,5 juta ton per bulan, maka cukup sampai 7 bulan.â€
Amran menambahkan, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp 3.400-Rp 3.600 per kg. Ketika harga gabah Rp 5000/kg, beras di pasaran dijual seharga Rp 12 ribu.
''Dengan harga gabah saat ini tapi beras hanya turun 3%. Itu pasti ada kesalahan distribusi yang belum sempurna. Bukan karena produksi,'' tegasnya.
Untuk itu, Amran berjanji akan memperbaiki distribusi beberapa komoditi bahan makanan yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan, terutama cabai merah dan bawang merah. Kenaikan harga cabai merah naik sekitar 22,22% di 69 kota dan bawang merah naik 6,19% menurut data BPS.
Ia mengaku telah bertemu dengan Menteri Perdagangan untuk mengecek harga bawang. “Di Brebes Jawa Tengah Rp 14 ribu/kg. Di pasar harganya Rp28 ribu. Sulawesi Rp 28 ribu/kg, dan Gorontalo Rp 30 ribu/kg. Maka kita akan perbaiki distribusinya. Begitu juga dengan cabai merah.â€
Menurut dia, sistem distribusi yang kurang terorganisisr dengan baik menjadi salah satu kendala yang cukup mengganggu, meskipun pasokan bahan-bahan tersebut mencukupi.
''Kami bersama kementerian perdagangan akan mencoba memperbaiki sistem distribusinya, agar masyarakat tidak perlu membeli dengan harga tinggi, dan harga komoditi-komoditi tersebut stabil.''(Q-1)