Capaian Ekspor Juli masih Tertinggi

(E-1)
24/8/2018 02:30
Capaian Ekspor Juli masih Tertinggi
(MI/RAMDANI)

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan ekspor nonmigas pada Juli 2018 mencapai 19% dari periode yang sama pada 2017 sebesar US$12,44 miliar menjadi US$14,81 miliar.

Dalam keterangan tertulis yang diterima kemarin, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan capaian nilai ekspor nonmigas tersebut merupakan yang tertinggi hingga pertengahan 2018.

Bahkan, hampir menyamai capaian nilai ekspor nonmigas tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, yakni US$14,82 miliar pada 2011.

"Kinerja ekspor Juli 2018 menunjukkan sinyal positif dalam upaya pencapaian target ekspor yang telah ditetapkan pemerintah," kata Enggartiasto seperti dikutip Antara.

Enggartiasto menambahkan, secara kumulatif ekspor nonmigas Januari-Juli 2018 mencapai US$94,21 miliar atau 11,1% jika dibandingkan dengan di periode yang sama pada 2017 (yoy) yang sebesar US$84,83 miliar.

Pencapaian kinerja ekspor tersebut memperkuat optimisme pencapaian target pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 11% pada 2018.

Beberapa komoditas utama ekspor nonmigas yang berkontribusi terbesar terhadap peningkatan ekspor Januari-Juli 2018 ialah bijih, kerak, dan abu logam (HS 26), besi dan baja (HS 72), bubur kayu atau pulp (HS 47), berbagai produk kimia (HS 38), dan benda-benda dari besi dan baja (HS 73).

Kenaikan ekspor beberapa komoditas tersebut disebabkan menguatnya harga ekspor, terkecuali untuk komoditas bijih, kerak, dan abu logam (HS 26). Menguatnya harga ekspor terindikasi dari adanya kenaik-an nilai ekspor yang lebih besar dari kenaikan volumenya.

Di saat yang sama, Enggartias-to menyampaikan bahwa ekspor ke Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan berkontribusi signifikan pada peningkatan ekspor nonmigas Januari-Juli 2018. Kemendag mempersiapkan berbagai langkah untuk menyikapi defisit neraca perdagangan yang hingga Juli 2018 defisit US$3,09 miliar.

Langkah-langkah tersebut akan ditempuh dengan menggalakkan ekspor ke negara-negara nontradisional dan mengurangi hambatan akses pasar di negara-negara tujuan ekspor.

Di bidang impor, Kemendag tengah melakukan langkah-langkah pengendalian impor barang konsumsi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya