Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemanfaatan informasi atau data keuangan dari Automatic Exchange of Information (AEoI) bisa membantu pemerintah untuk mencapai target penerimaan perpajakan dalam RAPBN tahun 2019.
"Kita punya data yang lebih banyak dari AEoI. Data kan September mulai di-collect, tahun depan baru bisa digunakan. Tahun depan akan lebih efektif untuk memanfaatkan data tersebut," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (23/8).
AEoI dilakukan guna melacak potensi pajak di luar negeri. Mekanisme AEoI tersebut berguna untuk mengurangi pengemplang pajak yang menghindari pembayaran pajak.
"Kita akan punya data yang banyak dan akurat. Jadi, tidak ada alasan tidak punya potensi pajak baru. Semuanya akan terdata siapa-siapa saja yang akan bayar pajak," terangnya.
Dalam menerapkan AEoI tersebut, Yustinus meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan sistem yang mampu mengolah data dengan baik dan cepat. Selain itu, juga harus ada analis yang handal dalam mengolah data. Dan, sistem yang ada harus bisa membangun kepercayaan publik.
"Juga akuntabilitas, karena ini kan sensitif, data keuangan kalau disalahgunakan pasti akan menciptakan distrust, sehingga mau tidak mau harus dibangun sistem akuntabilitas supaya publik percaya bahwa data itu tidak disalahgunakan. Itu harus sampai ke publik," tuturnya.
Untuk diketahui, pemerintah menargetkan penerimaan perpajakan dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 1.781 triliun atau tumbuh 15% dari outlook 2018 sebesar Rp 1.548,5 triliun. Yustinus pun menilai target tersebut masih realistis untuk dicapai. "Masih realistis untuk tahun depan," pungkasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved