Tata Kelola Utang Era Jokowi Lebih Prudent dan Akuntabel

Nur Aivanni
22/8/2018 19:11
 Tata Kelola Utang Era Jokowi Lebih Prudent dan Akuntabel
(MI/Susanto)

ANGGOTA Komisi XI DPR RI Johnny G Plate menegaskan bahwa pengelolaan utang pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih prudent dan akuntabel. Hal itu disampaikannya saat menanggapi pernyataan Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik yang mengklaim bahwa utang pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh lebih rendah dibandingkan utang era Jokowi.

"Sekarang tata kelola utang sudah jauh lebih baik. Yang pasti utang luar negeri sekarang dikelola secara prudent dan akuntabel," kata Johnny kepada Media Indonesia, Rabu (22/8).

Johnny menyampaikan bahwa utang Indonesia juga harus dilihat berapa Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat itu. Selain itu, juga harus dilihat berapa defisit keseimbangan primernya.

"Waktu Pak SBY, keseimbangan primer defisitnya besar sekali. Kalau sekarang utangnya besar, keseimbangan primer jauh lebih kecil dari zaman SBY. Jadi kualitas utang jauh lebih baik," katanya.

Tak hanya itu, penggunaan utang pun harus dilihat di masing-masing pemerintahan. Saat era SBY, kata Johnny, utang digunakan untuk belanja konsumtif, yakni untuk subsidi. Jika digunakan untuk belanja konsumtif, utang tersebut tidak bisa digunakan untuk pembayaran utang kembali.

Sementara itu, lanjutnya, utang di era Jokowi digunakan untuk belanja produktif, seperti pembangunan infrastruktur. "Dengan adanya aktivitas ekonomi, ada penerimaan negara lagi melalui pajak dan bukan pajak untuk membayar utang," tambahnya.

Untuk diketahui, melalui cuitan di dalam akun twitternya, Wasekjen DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik mengklaim bahwa utang era SBY selama 10 tahun lebih rendah dibandingkan era Jokowi yang baru memimpin selama 4 tahun. Ia mengatakan bahwa SBY selama 10 tahun menambah utang Rp 1.300 triliun. Sementara, Jokowi dalam 4 tahun menambah utang Rp 2.800 triliun.

Selain itu, PDB Indonesia di era SBY sebesar Rp 10.500 triliun dimana rasio utangnya 24,7% dari PDB. Sementara, PDB Indonesia di era Jokowi capai Rp 13.500 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 29,1% (per Januari). (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya