SEKOLAH penerbangan swasta, PT Genesa Dirgantara, akan membuka fasilitas pendidikan dan pelatihan penerbangan untuk helikopter (Flying School Helikopter) pada Juni 2015.
"Minggu depan sudah mulai," kata Principal Genesa Dirgantara Rubijanto Adisarwono di Jakarta, Jumat (29/5).
Pembukaan fasilitas sekolah penerbangan untuk helikopter mempertimbangkan aspek bisnis seiring adanya permintaan (demand). Dengan semakin berkembangnya industri, termasuk sektor penerbangan.
Menurutnya perkembangan industri harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM). "Indonesia mempunyai potensi untuk melahirkan generasi selanjutnya yang qualified (berkualitas), bahkan tidak kalah dari kemampuan luar negeri," ujar Rubijanto.
Individu yang mampu mengoperasikan helikopter juga akan membantu untuk memajukan bangsa dan negeri.
Rubijanto mengatakan Genesa Dirgantara menyiapkan sejumlah investasi untuk sekolah penerbang helikopter. Baik software (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras). Ketersediaan fasilitas tersebut menjadi normatif bagi industri.
Namun untuk sektor penerbangan yang menjadi kunci adalah ketersediaan instruktur yang qualified. "Di penerbangan yang susah adalah bagaimana investasi SDM," tegasnya.
Instruktur yang berkualifikasi harus memiliki metode pengajaran. Serta berpengalaman di operasional helikopter maupun pesawat terbang.
Genesa Dirgantara, katanya, sudah menyiapkan 12 instruktur yang berkompeten untuk mengajar.
Selain itu, Genesa Dirgantara juga menyediakan dua unit helikopter untuk sekolah penerbang yang akan mulai pada Juni mendatang. "Tahun depan rencananya akan nambah satu unit," ucapnya.
Dia meyakini Genesa Dirgantara bisa menampung 20 murid hingga 30 murid untuk sekolah penerbangan helikopter.
Adapun, biaya untuk sekolah penerbangan helikopter mencapai Rp1,65 miliar (US$125 ribu).(Q-1)