Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAMPANYE hitam menerpa proyek pembangunan pembangkit berbasis energi terbarukan untuk kemandirian energi nasional. Aksi itu diduga turut melibatkan ilmuwan asing untuk menyerang sejumlah proyek infrastruktur yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Mereka mengabaikan kolaborasi pemerintah dan swasta guna mengembangkan energi terbarukan ramah lingkungan untuk memacu pemerataan pembangunan di luar Jawa.
Pakar konservasi sumber daya hutan dan ekowisata Institut Pertanian Bogor (IPB) Ricky Avenzora mengatakan sejumlah data yang tidak tepat digunakan untuk menakut-nakuti publik. Padahal, kajian ilmuwan asing banyak yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
"Berbagai dinamika menunjukkan relatif amat banyak NGO (lembaga swadaya masyarakat) yang bertindak dengan pola-pola masuk kriteria kriminal," kata Ricky di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, kemarin.
Indikator kriminalitas terlihat dari manipulasi data dan interpretasi yang dilebih-lebihkan. Salah satu kampanye hitam yang diembuskan ialah hasil riset kelompok ilmuwan yang mendiskreditkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Mereka menyatakan proyek PLTA Batang Toru akan memicu deforestasi dengan pembangunan dam raksasa untuk menampung air, jalan akses, dan jaringan transmisi listrik.
Padahal, dalam rapat di DPRD Sumut, Medan, Selasa (31/7), pengembang PLTA Batangtoru, PT North Sumatera Hydro Energy, menyatakan pembangkit yang akan menjawab krisis listrik di Sumatra itu disiapkan dengan teknologi tinggi sehingga tidak butuh bendungan raksasa.
Pembangkit berteknologi canggih itu didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 hektare dan lahan tambahan di lereng curam seluas 66 hektare sebagai kolam harian untuk menampung air.
Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB Prof Yanto Santosa menyatakan, jika pembangunan pembangkit listrik amat mendesak, yang harus dipikirkan akademisi, pakar, dan pegiat lingkungan ialah mencari solusi untuk mengurangi dampak operasional pada ekologi, termasuk keberadaan orang utan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved