Tekan Impor Bawang, Pemerintah Perluas Lahan

Lina Herlina
28/5/2015 00:00
 Tekan Impor Bawang, Pemerintah Perluas Lahan
(ANTARA/M Agung Rajasa)
SELAMA ini, Indonesia masih mengimpor bawang merah sekitar 30-100ribu ton per tahunnya. Hal itu diutarakan Menteri Pertanian AmranSulaiman, saat berada di Makassar, Rabu (27/5), sebelum bertolak ke Palu.

Karenanya, jelas Amran, untuk menekan ekspor, maka perlu ada perluasan lahan bawang merah di sentra-sentra produksi di Indonesia.

"Kita akan tambah luasan 3.000-4.000 hektare. Maka jika sebelumnya hanya peoduksi 10 ton bisa jadi 40.000 ton," katanya.

Amran mengusulkan anggaran untuk peningkatan tanam bawang merah di 2015 sesuai APBN-Perubahan ditambah Rp20 miliar dari alokasi Rp300 miliar. Penambahan anggaran sebesar Rp20 miliar dilakukan setelah mengurangi anggaran ?kementerian yang dirasa kurang perlu.

Dari tambahan anggaran tersebut, Amran berencana? akan membuka 3.000-4.000 hektare areal tanam bawang merah baru di luar PulauJawa. Sejumlah daerah dibidik, paling dimungkinkan seperti Dompu, Bima dan Tapin, Kalsel karena memiliki agroklimaks yang sesuai dengan bawang merah.

Rencanannya untuk tahap awal, akan dibuka 800-1.000 hektare lahan bawang merah baru di Bima. Sehingga diharapkan dapat menjadi sentra produksi bawang merah terbesar kedua setelah Pulau Jawa.

Meski demikian kata Amran, tidak hanya bawang yang jadi prioritas. Padi, jagung, kedelai dan cabai tetap jadi perhatian karena menjadi kebutuhan pokok. Untuk sementara baru ada 26 daerah atau kabupaten yang mendapat dana perluasan sektor pertanian.

"Bagi mereka yang tidak mencapai target, maka anggarannya akan dicabut dan dialihkan ke kabupaten lain. Dan bagi mereka yang mencapai target, akan ditambah 20%," pungkas Amran. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya