Sekjen NasDem: Pembangunan Infrastruktur Jangan Bebani Devisa

Antara
18/8/2018 21:04
Sekjen NasDem: Pembangunan Infrastruktur Jangan Bebani Devisa
SEKRETARIS Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate(MI/M Irfan)

SEKRETARIS Jenderal Partai NasDem Johnny G. Plate menginginkan pembangunan infrastruktur jangan sampai membuat defisit transaksi berjalan semakin membengkak karena bahan baku banyak yang berasal dari impor sehingga membebani devisa.

"Sehingga (pembangunan infrastruktur) harus dilakukan secara selektif," kata Johnny G. Plate dalam rilis, Sabtu.

Menurut dia, struktur APBN 2019 harus dapat melanjutkan komitmen Jokowi terkait pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, ia juga mengingatkan agar pemerintah juga harus fokus dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) menuju generasi lebih berdaya saing global.

Politisi Nasdem itu juga mengingatkan bahwa tantangan ekonomi 2019 masih dipenuhi sentimen eskternal sehingga struktur APBN 2019 harus disusun untuk mengantisipasi dampak sentimen dari gejolak ekonomi global tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah diminta segera mengatasi defisit transaksi berjalan dalam neraca perdagangan untuk membantu menambah devisa yang berguna dalam rangka stabilisasi perekonomian di tengah kondisi global yang masih tidak menentu.

"Strateginya adalah menekan defisit transaksi berjalan," kata Ekonom Indef, Bhima Yudistira Adhinegara, Kamis (16/8).

Menurut dia, untuk melakukan hal tersebut ada beberapa aspek yang perlu dilakukan yaitu dengan mendorong ekspor serta mengendalikan impor.

Ia menyatakan apresiasinya atas langkah pemerintah setelah kabinet terbatas yang dengan cepat menetapkan langkah tegas untuk mengendalikan impor.

Namun, lanjutnya, hal itu juga perlu dilakukan dengan hati-hati karena bila ada penghentian impor bahan baku, maka juga bakal berdampak kepada kinerja manufaktur.

Bhima juga menginginkan agar pemerintah dapat mengurangi belanja negara yang sifatnya konsumtif dan meningkatkan alokasi belanja yang sifatnya produktif seperti dana desa.

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/8) menegaskan bahwa memperkuat cadangan devisa merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan, agar ketahanan ekonomi semakin kuat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak yang terakhir terjadi di perekonomian di Turki.

"Kita juga harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah pada nilai yang wajar, inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang aman," kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata, terutama pada lokasi-lokasi pariwisata prioritas yang telah ditetapkan, karena sektor pariwisata tersebut dinilai akan cepat mampu menambah dan memperkuat cadangan devisa. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya