Kanal CBL Dilengkapi Kawasan Industri

(Tes/E-2)
18/8/2018 07:40
Kanal CBL Dilengkapi Kawasan Industri
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

DALAM pembangunan kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL), PT Pelabuhan Indonesia II (persero) atau IPC berencana mengembangkan kawasan industri. Saat ini, desain proyek yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu tengah disempurnakan.

"Kami sedang sempurnakan desain, tidak hanya untuk jalur transportasi pemindahan barang dari Tanjung Priok ke Cikarang, tetapi kita juga upayakan ada kawasan industri baru," kata Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam media gathering di Belitung, Kamis (16/8).

Perseroan, sambung dia, membuka ruang kerja sama bagi pihak lain untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan industri. Guna memuluskan pembangunan kawasan industri baru yang dilintasi CBL diperlukan berbagai persyaratan pendukung. Misalnya, persetujuan dari pemerintah daerah, berikut perubahan rencana umum tata ruang (RUTR). IPC optimistis investor tertarik masuk kawasan industri dengan akses transportasi yang memadai.

"Sedang dibicarakan (perkembangan) keter-tarikan mereka (para investor). Tapi minatnya sudah kelihatan ada. Kalau boleh jujur, begitu ada pelabuhan, pasti ada simpul-simpul ekonomi. Sekarang pengusaha atau investor tinggal menggerakkan sektor apa. Kami memberikan potensi ke depannya," imbuh Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R Irianto.

Proyek inland waterways atau CBL bertujuan mengoptimalkan potensi jalur kanal sungai sebagai alternatif transportasi logistik. Optimalisasi itu akan menghubungkan area off-the-road Pelabuhan Tanjung Priok dengan area hinterland. Elvyn menekankan kehadiran kanal yang ditargetkan beroperasi pada 2020 itu diharapkan mampu menekan biaya logistik. Investasi awal proyek tersebut setidaknya menelan biaya Rp3,4 triliun. Adapun total investasi keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp6,6 triliun.

"Desain final konstruksi sudah jalan, kita fokus targetkan rampung tahun ini. Dari perusahaan sendiri memang ingin proyek dapat berjalan untuk pengembangan Tanjung Priok ke depan," jelas Direktur Teknik dan Manajemen Risiko IPC Dani Rusli Utama.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya