Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Bank Permata Josua Pardede menilai pemerintah realistis dalam menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3% pada tahun 2019. Menurutnya, pemerintah sudah memperhitungkan potensi resiko yang akan dihadapi ke depannya.
"Kalau kita lihat dalam pidato nota keuangan Presiden, dari asumsi makro relatif lebih realistis. Pemerintah sudah antisipasi dampak-dampak yang bisa ditimbulkan akibat dari faktor eksternal," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/8).
Faktor eksternal yang dimaksud adalah krisis yang tengah melanda Turki, perang dagang antara Amerika Serikat dengan China dan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed.
Dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global saat ini, Josua pun menilai kebijakan jangka pendek yang diambil pemerintah sudah tepat. Seperti, pengurangan impor, penerapan perluasan Biodiesel 20% (B20), dan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan.
Selain itu, menurutnya, pemerintah juga harus bisa menjaga daya beli yang ada di masyarakat. Karena itu, kata dia, kebijakan bantuan sosial ataupun program keluarga harapan harus terus ditingkatkan dan harus tepat sasaran.
Selain kebijakan jangka pendek, Josua berharap pemerintah juga tidak melupakan kebijakan jangka panjang yang harus direalisasikan, terutama menyangkut kebijakan industri. Menurutnya, kebijakan industri bisa diarahkan untuk mendorong ekspor.
"Kalau industri ini tidak ada insentif untuk ekspor, kita ngga dapat tambahan pendapatan devisa dari ekspor, supaya transaksi berjalan kita defisitnya bisa ditekan. Gejolak apapun baik dari suku bunga The Fed, perang dagang, maupun krisis di Turki, kalau transaksi berjalan kita sehat, Rupiah kita tidak akan bergejolak," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved