Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu menyusun kebijakan jangka pendek untuk bisa bertahan di tengah ketidakpastian global saat ini. Krisis yang melanda Turki, perang dagang AS dan China dan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed perlu diantisipasi oleh pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus terkait langkah yang harus diambil pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 tumbuh di level 5,3% sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo saat pembacaan nota keuangan RAPBN 2019, Kamis (16/8).
"Tantangan di luar semakin kompleks, (tantangan) di dalam ngga kalah kompleks. Harus ada kebijakan jangka pendek yang diambil pemerintah," kata Heri saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (17/8).
Pertama, pemerintah harus bisa menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Hal itu bisa di lakukan dengan menjaga pasokan kebutuhan pokok tetap aman. Menurutnya, penting bagi Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk mempunyai angka yang valid terkait jumlah pasokan kebutuhan pokok tersebut. "Kalau datanya valid, kebijakan yang diambil bisa tepat sasaran," katanya.
Selain itu, pemerintah juga bisa memastikan bahwa pembangunan infrastruktur yang telah digenjot selama ini bisa berdampak langsung bagi masyarakat. Pasalnya, masyarakat sangat berharap pembangunan infrastruktur bisa menyerap tenaga kerja. "Dengan begitu, pendapatan masyarakat bisa meningkat," katanya.
Tak hanya itu, kemudahan berinvestasi di Indonesia pun menjadi sangat penting. Pasalnya, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) di kuartal II 2018 hanya tumbuh 5,87% dimana angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal I 2018 sebesae 7,95%.
Untuk menarik para investor tersebut, Heri menilai pemerintah perlu mengetahui motivasi mereka dalam menanamkan investasinya di Indonesia. Dengan begitu, pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang tepat sasaran. "Petakan dulu, investor asing yang masuk selama ini ke Indonesia motivasinya apa, apakah karena tertarik iming-iming insentif atau memang pasarnya yang sangat luas," katanya.
Menurut Heri, ketiga aspek tersebut bisa menjaga perekonomian Indonesia tetap tumbuh di tengah ketidakpastian perekonomian global saat ini. "(Faktor eskternal) Bisa agak diredam. Minimal misalnya kalau ada perang dagang yang berdampak terhadap ekspor. Kalau daya beli masyarakat di dalam negeri tetap terjaga dan permintaan konsumsi terhadap produk-produk industri juga tetap tinggi, maka investor akan tetap tertarik," pungkasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved