Eksportir Diminta Masukkan Devisa Ekspor ke Dalam Negeri

Nur Aivanni
15/8/2018 21:37
Eksportir Diminta Masukkan Devisa Ekspor ke Dalam Negeri
()

PEMERINTAH mencoba membangun dialog dengan dunia usaha agar mereka mau memasukkan devisa hasil ekspornya (DHE) ke dalam negeri. Jika DHE bisa masuk ke perbankan Indonesia dan dikonversi ke rupiah, itu bisa membantu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Sekarang ini yang sedang kita lakukan adalah berdialog dengan dunia usaha untuk membangun pengertian dan kesadaran bahwa kita perlu sekali agar devisa hasil ekspor itu masuk ke dalam ekonomi kita, ke perbankan kita, setelah itu tentu saja ditukar ke rupiah," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Hotel The Westin, Jakarta, Rabu (15/8).

Menurutnya, revisi terhadap UU 24/1999 Tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar belum menjadi langkah yang akan diambil pemerintah untuk mendorong DHE masuk ke dalam negeri. Pasalnya, revisi terhadap suatu undang-undang pasti akan membutuhkan proses dan waktu yang panjang.

"Kalau ubah UU, itu baru menyiapkan dan memperdebatkannya panjangnya bukan main. Kita prioritasnya bangun pengertian, itu mungkin lebih cepat. Persoalannya jangka sangat pendek bahwa kita bukan hanya transaksi berjalannya yang negatif, tapi neraca perdagangannya pun negatif, sehingga kita harus menyusun langkah-langkah jangka pendek dan menengah untuk menjawab itu," tuturnya.

Ia pun kemudian mencontohkan sektor pariwisata. Ia menyampaikan bahwa perlu membangun infrastruktur yang tidak terlalu besar tapi bisa menopang sektor pariwisata di Indonesia, misalnya jalan ataupun air bersih. "Kita juga sediakan kredit usaha rayat untuk usaha-usaha kecil menengah di sektor pariwisata, seperti membangun homestay, membangun penjualan sovenir, atau restoran kecil, itu lebih cepat," terangnya.

Selain itu, sambungnya, pemerintah juga telah mengambil kebijakan terkait implementasi Biodiesel 20% (B20). "B20 tidak perlu waktu lama untuk memulainya dan sudah ditetapkan bahwa program itu akan dimulai 1 September, baik itu B20 untuk PSO maupun non-PSO. Dan itu akan ada penghematan devisa negaranya," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya