Investasi Kadin di Kawasan Terpadu Indonesia Timur Capai US$50 Juta
Fathia Nurul Haq
25/5/2015 00:00
(Antara/Sahrul Manda Tikupadang)
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) berencana membangun beberapa kawasan industri terpadu di wilayah Indonesia bagian timur.
"Kami (Kadin) akan membangun kawasan industri terpadu di wilayah NTT, NTB untuk industri peternakan, Sulawesi Selatan untuk sektor hasil pertanian cokelat dan kedelai serta Maluku yang akan dijadikan sebagai lumbung ikan nasional," ujar Ketua Bidang Investasi, Perbankan dan Pengembangan Usaha Wilayah Timur Kadin, Reza V Maspaitella dalam acara Trade Investment Forum di Jakarta, Senin (25/5).
Untuk melengkapi kawasan industri di Maluku, menurut Reza, kawasan industri yang akan dibangun juga dilengkapi dengan industri galangan kapal, cold storage, pelelangan ikan dan koperasi.
Dikatakan, total investasi yang dikeluarkan oleh Kadin mencapai US$50 juta. Untuk itu Reza meminta pemerintah juga bekerja sama dengan menyediakan energi yang memadai serta pemberlakuan izin usaha khusus untuk wilayah timur.
Program pembangunan kawasan terpadu sejalan dengan program pengembangan kawasan industri prioritas di wilayah Timur. Di antaranya Bitung (Sulawesi Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Morowali (Sulawesi Tengah), Konawe (Sulawesi Tenggara), Banteng (Sulawesi Selatan), Buli (Halmahera Timur) dan Teluk Bintuni (Papua Barat).
Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Wilayah Indonesia Timur Annar Salahudin Sampetoding mengatakan pihaknya akan mendorong kerjasama dengan pemerintah maupun swasta.
Lebih jauh ia mengatakan prioritas percepatan terbagi atas pembagunan fisik dan pembangunan SDM.
"Kita akan fasilitasi perusahaan-perusahaan di berbagai sektor prioritas industri untuk mendapatkan informasi atas potensi program dan proyek pembangunan yang ingin dilaksanakan," tukasnya. (Q-1)