BTN Targetkan Surplus Rp3 Triliun

Anastasia Arvirianty
25/5/2015 00:00
BTN Targetkan Surplus Rp3 Triliun
(Antara)
BANK Tabungan Negara (BTN) menargetkan surplus dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp3 triliun pada akhir 2015, dan mengalami kenaikan tiga kali lipat pada 2016.

Surplus tersebut berasal dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inkslusif (Laku Pandai) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BTN Maryono kepada pers saat peluncuran program Laku Pandai, di Desa Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (25/5).

Lebih lanjut, Maryono mengungkapkan program Laku Pandai OJK tersebut merupakan pengembangan dari produk tabungan yang sudah ada sebelumnya yaitu BTN Cermat.

Selain itu, guna menunjang program OJK tersebut, saat ini sudah ada 44.000 agen Laku Pandai BTN Cermat, di mana 25.000 merupakan agen berbasis kartu, dan 19.000 adalah agen berbasis telepon selular yang menggunakan sistem Unstructured Supplementary Service Data (USSD). Seluruh agen tersebut harus merupakan nasabah BTN

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam peluncurannya mengatakan Laku Pandai ini menjadi salah satu fasilitas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di wilayah pelosok untuk mendapatkan akses keuangan dengan mudah dan murah, karena tidak dikenakan biaya administrasi.

"Laku pandai merupakan layanan keuangan tanpa kantor. Jadi transaksi perbankan yang biasanya dilakukan di kantor bank, sekarang kita coba strategi baru, agar penetrasi layanan keuangan bisa masuk ke pelosok," ujarnya.

Muliaman mengungkapkan, penyelenggaraan Laku Pandai di Kalimantan Tengah ini dilaksanakan oleh BTN, yang bekerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Telkom Indonesia Tbk sangat menarik minat perbankan Indonesia.

"Sudah ada 17 bank yang mengantri untuk mendaftar program Laku Pandai ini, tapi baru lima yang direalisasikan," ujarnya.

Muliaman berharap, dengan memanfaatkan jaringan PT Pos Indonesia yang luas, di mana sudah ada di setiap kecamatan di Indonesia, penetrasi yang dilakukan oleh BTN dapat lebih cepat untuk meningkatkan literasi keuangan di daerah-daerah, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.

"Saya juga berharap program ini dapat membantu mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat Indonesia."

Ia pun mengaku, jika dibandingkan dengan mendirikan kantor cabang perbankan, program ini dapat melakukan penghematan lebih dari Rp1 miliar per kantornya.

"Target kami, pada 2017 program ini sudah mencapai 90% tersebar di seluruh Indonesia," ujar Muliaman.

Literasi Keuangan
Ditemui pada kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Soetiono mengatakan, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia terhitung sejak 2013 mengalami peningkatan yang signifikan.

"Literasi keuangan masyarakat Indonesia naik melebihi target OJK yang sebesar 2%, ini sungguh signifikan," ujar Kusumaningtuti.

Lebih lanjut ia memaparkan untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, OJK akan semakin menggiatkan program-program serupa dengan Laku Pandai.

"Tapi, untuk sekarang, OJK tengah berfokus dalam meningkatkan inklusi terlebih dahulu."

Menurutnya, program literasi bisa meningkat seiring dengan program inklusi. "Jadi, sembari meluncurkan program inklusi, sembari kita memberikan kegiatan literasi di program tersebut, misalnya edukasi tentang program itu, sosialisasi program, dan sebagainya," tutup Kusumaningtuti.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya