Bangun Pipa Gas Gresik-Semarang, Pertagas Libatkan PT KA
Annisa Ayu Artanti
25/5/2015 00:00
(ANTARA/R. REKOTOMO)
PROYEK transmisi pipa
gas Gresik-Semarang milik PT Pertamina Gas (Pertagas) terus mengalami kemajuan.
Sebanyak 108 pipa yang akan digunakan untuk pembangunan proyek tersebut telah
sampai di Stasiun Kereta Api Alastua, Semarang, Jawa Tengah, Minggu 24 Mei.
"Ini
kali pertama kami menggunakan moda kereta api dalam mengangkut pipa," ujar
Corporate Secretary Pertamina Gas, Adiatma Sardjito, dalam siaran tertulisnya,
di Jakarta, Senin (25/5).
Dia
melanjutkan, setibanya di Stasiun Alastua, seluruh pipa langsung dilakukan
unloading ke tempat penampungan sementara (stock yard) yang telah disiapkan di sekitar stasiun tersebut.
Pemilihan
moda transportasi dengan menggunakan kereta api ini, menurut Adiatma, diambil
oleh pihak kontraktor proyek pipa transmisi gas Gresik-Semarang yakni
Konsorsium Wika, Rabana & Kelsri. "Karena dinilai lebih efisien dan
efektif," jelas Adiatma.
Semula, rangkaian kereta barang ini terdiri dari 20 gerbong dengan
masing-masing membawa sembilan pipa. Namun, Adiatma mengatakan hanya 12 gerbong
yang tiba di Stasiun Alastua. Sedangkan delapan gerbong sisanya masih
terkendala di Stasiun Waruduwur, Cirebon, Jawa Barat.
Pipa-pipa
ini rencananya akan digunakan dalam proyek pipa transmisi gas Gresik-Semarang,
milik PT Pertamina Gas. Pipa transmisi ini bakal dibangun sepanjang sekitar 270
kilometer (km), melewati dua provinsi (Jawa Timur dan Jawa Tengah), serta tujuh
Kota/Kabupaten (Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Blora, Grobogan, Demak, dan
Semarang).
Rencananya
alokasi gas didapatkan dariexcessgas dari Jawa Timur, dan selanjutnya akan dipenuhi dari
Lapangan Tiung Biru-Jambaran milik PT Pertamina EP, mulai 2019. Tujuan
pembangunan pipa transmisi gas Gresik-Semarang, masih menurut Adiatma, adalah
guna memenuhi kebutuhan energi bagi daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Sehingga
nantinya diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dua daerah
tersebut," tutup Adiatma.
(Q-1)