Indonesia-Jepang Kerja Sama Kembangkan Teknologi Pariwisata
Puput Mutiara
22/5/2015 00:00
(FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)
INDUSTRI pariwisata menjadi salah satu andalam devisa negara. Meski keindahan alam Indonesia sudah banyak dikenal dunia, namun faktanya negeri ini masih harus bersaing dengan negara lain yang juga memiliki potensi pariwisata. Untuk itu, berbagai cara dilakukan untuk memperkenalkan potensi wisata di Tanah Air. Langkah terdepan yang sedang dirintis saat ini, yakni penggunaan teknologi dan konten pariwisata yang dapat disaksikan siapapun di belahan dunia manapun melalui berbagai jenis device.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik kerja sama yang dilakukan oleh PT U Connectivity Service (UCS) Group dengan Shobungsha Inc Japan terkait penyediaan teknologi dan konten pariwisata tersebut. Khususnya, untuk memberikan kemudahan kepada wisatawan Jepang yang ingin melakukan kunjungan ke Indonesia.
Ia menjelaskan, bahwa kerja sama tersebut didedikasikan untuk dunia kepariwisataan Indonesia melalui Kemenpar yang mempunyai program mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke seluruh dunia, termasuk Jepang.
"Jepang merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Kunjungan wisman menunjukkan tren meningkat. Pada Maret 2015, jumlah kunjungan wisman Jepang sebanyak 19.461 wisman atau berada di urutan tiga terbesar setelah Malaysia dan Cina," jelasnya saat menyaksikan penandatangan nota kesepahaman antara UCS dan Shobungsha di Jakarta, Jumat (22/5).
Lebih dari itu, sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia. Tahun ini ditargetkan sebanyak 10 juta hingga 12 juta wisman, jumlah itu dipercaya akan terus meningkat menjadi 20 juta wisman pada tahun 2019.
Keseriusan Kemenpar dalam menggarap pasar Jepang ini, lanjut Arief, akan diteruskan dengan melakukan kerja sama serupa bersama negara-negara potensial lainnya. Saat ini, pihaknya gencar promosi baik melalui media digital (online) dan promosi secara konvensional (cetak).
Direktur Utama UCS Group Imawan Mashuri menjelaskan, teknologi yang dikerjasamakan akan dikemas dalam bentuk aplikasi mobile dengan nama DiG (Direct in Guiden) Indonesia. Di dalamnya akan memuat konten pariwisata Indonesia dengan segala aspek pendukung termasuk tujuan destinasi serta map.
"Aplikasi yang didesain sebagai travel planner ini dapat diakses melalui web dan aplikasi mobile yang menggunakan operating system (OS) android," jelas dia. Sementara itu, Direktur Shobunsha Shigeo Kuroda menambahkan, bahwa pihaknya akan melakukan langkah yang sama untuk Indonesia seperti yang telah dilakukan di Jepang.
Pasalnya, ia menangkap sinyal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia yang sangat terbuka dengan kedatangan wisatawan Jepang masuk ke Indonesia. Terbukti, salah satunya dengan memberikan kemudahan visa kepada wisatawan. (Q-1)