Infrastruktur Kunci Pacu Pertumbuhan

Andhika Prasetyo
15/8/2018 06:45
Infrastruktur Kunci Pacu Pertumbuhan
( ANTARA FOTO/Jafkhairi)

"KONDISI infrastruktur yang baik akan membuat kehidupan masyarakat lebih maju. Itu tidak perlu diperdebatkan lagi," ujar Sri Adiningsih, ekonom yang juga anggota anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dalam acara Focus Group Discussion bertema Lanskap dasawarsa infrastruktur Indonesia di Kantor Media Group, Jakarta, Selasa (14/8).  

Ucapan pakar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada itu juga diamini para pembicara lain, seperti Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Ari Kuncoro serta Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika.

Ari bahkan mengibaratkan pembangunan infrastruktur sebagai aksi pasang kuda-kuda. Artinya, infrastruktur sebagai tumpuan untuk akhirnya menggerakkan pembangunan dan meningkatkan produktivitas ekonomi.

Menurut Ari, Indonesia memang memiliki industri yang cukup baik, terutama di hilir. Di sisi hulu pun tidak terlalu mengecewakan. Namun, kata dia, yang menjadi sorotan ialah ketika terjadi kekosongan di antara hulu dan hilir tersebut.

Permasalahan itu, menurut Ari, bisa diatasi dengan tiga langkah, yakni pengembangan infrastruktur, tenaga kerja, dan inovasi.

"Tetapi seperti yang saya katakan, jika ingin melakukan sesuatu, tentu harus kuda-kuda dulu. Itu dasarnya membangun infrastruktur," ujarnya.

Menurut Erani, pemerintah menyadari pembangunan infrastruktur mampu memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Meski berisiko tinggi dari sisi pembiayaan, langkah itu tetap harus ditempuh. "Intinya, nanti akan ada kemajuan yang benar-benar diraih karena keputusan tersebut. Sekarang juga sudah cukup dirasakan karena konektivitas sudah semakin baik, biaya logistik semakin dapat ditekan," ujarnya.

Seluruh generasi
Hal itu, sambung dia, juga secara tidak langsung akan menjadi standar bagi pemerintahan di periode selanjutnya untuk bekerja lebih baik lagi. "Jadi kebijakan-kebijakan yang diambil itu memang diputuskan untuk dirasakan seluruh generasi, bukan untuk sesaat atau hari ini saja," ucapnya.

Infrastruktur berupa jalan, jembatan, rel kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan udara, waduk, dan sarana irigasi ialah urat nadi perekonomian. Hal itu pun disadari pemerintah. Oleh karena itu, beberapa saat seusai dilantik, Presiden Joko Widodo pun langsung tancap gas, membenahi daya saing lewat pembangunan infrastruktur yang menyeluruh. Tol Cipali yang tersendat penyelesaiannya, diinstruksikan diselesaikan dan dioperasikan sebelum Idul Fitri 2015. Tol itu bagian dari Tol Trans-Jawa. Selain itu, ujung selatan dan ujung utara Pulau Sumatra pun nantinya bakal terkoneksi oleh jalan kereta api dari Lampung ke Aceh. Begitu pun Trans-Sulawesi.

Dalam mencermati kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak, menurut Sri Adiningsih, pemerintah berupaya merampungkan pembangunan infrastruktur dengan memprioritaskan proyek yang sudah berjalan.

"Makanya dalam konteks itu kita harus menekan belanja modal supaya tekanan pada rupiah tidak terlalu besar. Tidak dihentikan, tapi diperlambat. Jadi, ada prioritas lain yang harus kita kejar," kata Chief Economist PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Fithra Faisal Hastiadi yang juga hadir dalam diskusi tersebut. (E-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya