MASKAPAI penerbangan PT Citilink Indonesia membutuhkan dana sebesar US$100 juta untuk periode 2016-2018.
Direktur Utama Citilink Indonesia Albert Burhan mengatakan pendanaan itu akan dialokasikan untuk kegiatan ekspansi, yakni penambahan 20 unit pesawat.
Citilink Indonesia akan mengoperasikan 44 unit pesawat pada tahun ini.
Dana itu akan didapatkan dari penawaran umum saham perdana (inital public offering/IPO) yang rencananya dilaksanakan pada 2016 atau pinjaman perbankan atau kucuran dana dari induk perusahaan, PT Garuda Indonesia (persero) Tbk.
Untuk pelaksanaan IPO, katanya, Citilink sudah berkomunikasi dengan sejumlah penjamin pelaksana emisi efek. Serta menunggu keputusan dari induk perusahaan dengan kode emiten GIAA.
Albert mengungkapkan Citilink Indonesia membukukan laba operasi sebesar US$2,7 juta pada triwulan pertama tahun ini. Dengan laba bersih US$900 ribu.
Pencapaian itu dikontribusikan dari jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 2 juta pada periode Januari-Maret 2015.
Citilink Indonesia menargetkan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 11,2 juta pada tahun ini.
Untuk mudik Lebaran tahun ini, Citilink Indonesia sudah mengajukan 22 penerbangan tambahan (extra flight) pada tahun ini ke Kementerian Perhubungan.(Q-1)